HELOINDONESIA.COM - Saat ini dunia teknologi berkembang dengan sangat pesat dan canggih.
Bahkan perusahaan-perusahaan teknologi berlomba-lomba dalam melakukan inovasi teknologi.
Salah satu teknologi yang sedang hangat diperbincangkan adalah masalah perkembangan AI (Artificial Intelligence).
AI (Artificial Intelligence) adalah suatu teknologi kecerdasan buatan yang ada pada sebuah sistem komputer yang bisa melakukan pekerjaan yang biasanya memerlukan sumber daya manusia untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Teknologi ini belajar dari pengalaman manusia untuk melakukan tugas-tugas manusia pada umumnya yang kemudian AI menjalankannya berdasarkan apa yang dilakukan manusia tersebut.
Baca juga: Gelora Khawatir Ada Kekuatan di Dalam Negeri yang Minta Bantuan Asing untuk Pilpres 2024
Saat ini teknologi AI (Artificial Intelligence) sudah diterapkan dalam berbagai sektor kehidupan manusia termasuk jurnalisme dan media.
Berikut pengaruh AI terhadap perkembangan jurnalisme dan media.
1. Pengenalan gambar untuk penandaan otomatis dan pemberian informasi tambahan
Dengan menggunakan AI, kita dapat mengidentifikasi berdasarkan foto atau gambar untuk memperoleh informasi mengenai objek, tempat, dan lain sebagainya.
Hal ini akan sangat membantu karena hanya dengan sebuah gambar atau foto, kita bisa mendapatkan informasi mengenai foto atau gambar tersebut.
2. Menyusun ringkasan dari suatu informasi
AI dapat merangkum sebuah informasi penting sehingga dapat menghemat waktu serta meningkatkan efisiensi dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan.
Kemampuan AI dalam memproses data dalam jumlah besar secara cepat dan akurat sehingga mampu merangkum sebuah informasi dalam hitungan detik saja.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Belum Aman di Ajang Piala AFF 2023, Akan Ditentukan Malam Ini
3. Penulisan informasi verbal yang didesain untuk bahasa tertentu
Teknologi AI dapat memahami kata, kalimat, dan teks yang ditulis dalam berbagai macam bahasa manusia di berbagai negara.
Teknologi ini sering digunakan dalam mesin penerjemahan otomatis seperti Google translate.
Fitur ini sering digunakan baik pada saat membaca atau memahami sebuah teks, dan bahkan pada saat menulis teks dalam bahasa tertentu.
4. Pengelolaan distribusi konten seperti optimalisasi headline, dan penentuan waktu terbaik untuk mengunggah konten
AI dapat membuat jadwal untuk melakukan unggahan konten pada waktu yang terbaik sehingga konten tersebut dapat menarik banyak perhatian.
Contohnya, AI akan mengatur berapa kali iklan yang akan muncul di media sosial seperti Twitter, Youtube, Instagram dan lain sebagainya.
Baca juga: Gak Usah Pusing, Powerbank Stuffcool Ally 10.000 Miliki Pengisian Daya Apple Watch Bawaan
5. Memberikan personalisasi konten dan meningkatkan rekomendasi konten kepada pengguna
Ai akan melihat informasi yang menampilkan keinginan para pengguna berdasarkan pencarian terakhir yang dilakukan.
Sebagai contoh, jika seorang sering menikmati konten tentang teknologi, maka AI akan merekomendasikan konten-konten mengenai teknologi yang terkait.
Selain pemanfaatan yang disebutkan di atas, AI juga memiliki isu kontemporer terhadap jurnalisme dan media.
1. Kesalahan dan misinformasi
Teknologi AI perlu untuk dilatih secara terus-menerus yang berpotensi menimbulkan kesalahan hasil analisis sehingga mengakibatkan misinformasi dan kekeliruan dalam memberikan informasi.
Baca juga: Polisi Ringkus Pria asal Karangreja usai Rudapaksa Gadis Tetangga di Hutan Pinus
2. Privasi kerahasiaan
Teknologi AI memerlukan akses data dan informasi untuk memberikan hasil analisisnya.
Data dan informasi yang diperoleh dapat melanggar perlindungan privasi dan kerahasiaan suatu entitas.
3. Disinformasi, Toxicity, dan ancaman berbasis siber
Kemampuan AI dalam mengolah informasi ke dalam bentuk lain seperti gambar dan video yang seolah nyata.
Hal ini dapat menimbulkan disinformasi, lingkungan toxic dan ancaman siber.
4. Tantangan perlingdungan hak cipta
Akses terhadap berbagai data dan informasi oleh AI berpotensi dapat melanggar hak cipta orang lain.
Pembuatan karya derivatif dari ciptaan milik pihak lain tanpa izin merupakan suatu pelanggaran hak cipta.
5. Bias dalam implementasi AI
Data dan informasi yang diproses AI merupakan olahan dari manusia sehingga memiliki bias.
Hal ini mengakibatkan hasil olahan data dan informasi AI juga berpotensi mengandung biasbahkan bersifat diskriminatif.
Baca juga: Bajet Cuma Rp 3 jutaan Bisa Beli HP Terbaru, Berikut Rekomendasi 5 HP Teratas Keluaran Tahun 2023
6. Pemahaman nilai kemanusiaan dan tantangan perintah
AI memerlukan kemampuan menerjemahkan perintah pengguna agar dapat bermanfaat secara produktif .
Selain pemberian perintah yang jelas, batasan bantuan AI yang bersifat harmless dan helpful perlu diatur.