Di Penyeberangan Bakauheni-Merak, Nyawa Penumpang Tak Ada Harganya

Selasa, 26 Agustus 2025 22:39
Herman Batin Mangku Herman Batin Mangku

Oleh Herman Batin Mangku*

DI KAPAL penyeberangan Selat Sunda, bahaya mengintai penumpang fery. Kapal tua dengan fasilitas keselamatannya atau inflatable life raft (ILR) ada yang sudah berusia 40 tahunan di kapal eksekutif Pelabuhan Bakauheni-Merak. Nyawa penumpang jadi seolah tak ada harganya. 

ILR adalah rakit atau sekoci karet yang dikembangkan secara otomatis saat terjadi keadaan darurat di laut dan berfungsi untuk menampung penumpang serta kru kapal untuk bertahan hidup hingga pertolongan datang.

Biasanya, alat keselamatan wajib ini disimpan dalam kapsul kaca fiber, yang akan melepaskan dan mengembangkan rakit secara otomatis saat dijatuhkan ke dalam air, lengkap dengan makanan, minuman, obat-obatan, dan alat komunikasi darurat.

Masa pakai ILR tergantung pada kualitas dan bahan perawatan, tetapi umumnya dapat bertahan 5 hingga 15 tahun atau lebih, dengan interval servis yang ketat setiap 12-30 bulan yang wajib dilakukan oleh teknisi terlatih.

Namun, ada kapal yang ternyata datanya menyebutkan ILR telah berusia 40 tahunan. Padahal, kepatuhan servis ILR yang merupakan “nyawa cadangan” mengharuskan servis berkala di stasiun resmi.

Tanpa bukti servis valid, status laik ILR patut dipertanyakan—terutama ketika rumor “ILR 30–40 tahun” beredar. Umur kalender tua ≠ otomatis berbahaya kalau catatan servisnya lengkap; tetapi umur tua + catatan servis lemah = kombinasi risiko.

Padahal, lintasan Bakauheni–Merak adalah nadi logistik dan mobilitas manusia Jawa–Sumatra. Setiap puncak arus, puluhan kapal bergerak tanpa henti mengangkut ratusan ribu penumpang dan lebih dari seratus ribu kendaraan.

Pada puncak arus Lebaran 2024 saja, 47 kapal beroperasi dalam 24 jam dari Merak, mengangkut >167 ribu orang—potret betapa strategisnya rute ini sekaligus betapa krusial standar keselamatan di atasnya.

Regulasi internasional (SOLAS/LSA Code) dan ketentuan teknis turunannya mewajibkan perawatan dan servis berkala terhadap semua alat penolong jiwa. ILR mesti diservis di stasiun servis tersertifikasi dan lulus uji periodik agar tetap laik pakai.

Indonesia mengharmonisasikan pemeriksaan dan sertifikasi kapal melalui PM Perhubungan No. 7/2024, yang menetapkan pemeriksaan tahunan dan skema sertifikasi untuk memastikan peralatan keselamatan tetap memenuhi syarat.

Kemenhub menegaskan tujuan PM ini: menyamakan jadwal pemeriksaan dan masa berlaku sertifikat demi keselamatan pelayaran.

Secara praktik industri, ILR memang bisa bertahan lama jika dirawat benar, tetapi pemilik kapal lazim mengganti unit saat menua karena biaya overhaul dan risiko kegagalan meningkat.

Artinya, jika benar ditemukan ILR berusia mendekati 40 tahun, itu harus segera diverifikasi terhadap label produksi, catatan servis, dan sertifikat layan (sertifikat uji terakhir).

Umur setua itu bukan kebiasaan yang sehat dalam praktik keselamatan modern yang berbasis preventive maintenance dan life-cycle management. (Rujukan norma servis: LSA/SOLAS & panduan klas terkait servis berkala ILR).

Tiga Langkah Cepat 

1. Audit acak terbuka pada ILR dan lifeboat kapal senior.

Perlihatkan label produksi, log servis tahunan, dan sertifikat saat inspeksi di dermaga. Gunakan rujukan PM 7/2024 untuk konsistensi jadwal pemeriksaan dan LSA/SOLAS untuk kedalaman uji. Publikasikan ringkasan kepatuhan untuk meningkatkan akuntabilitas.

2. Kebijakan “life-cycle replacement” yang jelas.

Tetapkan batas usia operasional ILR secara internal (misalnya berbasis rekomendasi pabrikan dan biaya overhaul) walau regulasi “hanya” mensyaratkan servis berkala. Ini menutup celah ILR sangat tua bertahan lama hanya karena lolos uji minimal.

3. Drill evakuasi penumpang terjadwal & diumumkan.

Lintasan padat memerlukan drill singkat yang terukur: demonstrasi jaket keselamatan, penunjukan embarkation ladder, jalur ke muster station, dan pengumuman dua bahasa (ID–EN). Temuan lama soal faktor manusia tidak boleh berulang. 

Penutup

Umur kapal bukan vonis, tetapi alarm agar semua lifesaving appliances—khususnya inflatable life raft—selalu muda secara fungsional: servis valid, komponen diganti sebelum rapuh, dan kru siap mengeksekusi prosedur.

Di rute penopang ekonomi nasional ini, keselamatan tak boleh dinegosiasikan—apalagi untuk kapal-kapal berusia 40 tahunan yang setiap harinya membawa ribuan nyawa di atas Selat Sunda.

* Pemred Club

 - 

Berita Terkini