HELOINDONESIA.COM -Industri tour dan travel dalam wisata wellness di Indonesia terus berkembang.
Kondisi ini terjadi sejak tahun 2012. Bahkan setelah pandemi Covid -19, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia untuk melakukan perjalanan kesehatan semakin tinggi.
Hasiyanna Ashadi, praktisi Travel dari Association of Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Selasa (14/1/2025) menjelaskan terkait
Perkembangan industri travel baik di Indonesia dan di luar negeri.
Dia mengungkapkan, mulai berkembangnya wellness tourism ini bermula ketika pada tahun 2012 hotel-hotel bintang 5 dan bintang 4 banyak mengubah namanya dari nama hotel saja dilengkapi dengan kata Spa.
Baca juga: PkM USM Gelar Pelatihan Inovatif Pemanfaatan Teknologi Pengering Maggot
"Misalnya tadinya A hotel saja namanya. Dalam bahasa Inggris kemudian berubah menjadi A hotel and Spa. Karena memang hotel tersebut melengkapi pelayanan khusus untuk spa," papar Hasiyanna.
Jadi, lanjutnya, tamu-tamu yang sudah menginap bisa mendapatkan fasilitas spa di hotel itu juga.
Setelah semakin berkembang, ada beberapa spa dan tempat meditasi yang dibangun secara independen di luar hotel.
Di hotel-hotel itu juga, menurut Hasiyanna ada pelayanan spa wellness yang beragam. Mulai dari spa tradisional seperti Bali Boreh, Javanese Massage sampai ke Ayuverda, Shiatsu, Maroko dan sebagainya.
Baca juga: Firenado Muncul di Tengah Kebakaran Hutan Los Angeles
"Jadi mereka tidak spesifik lokal wisdom atau mengambil dari nusantara saja. Tapi dari mana saja yang sedang disukai atau sedang trend pada masa itu," jelasnya.
Sementara di luar negeri, paket spa wellness itu sendiri sudah banyak ditawarkan secara luas dan masuk dalam katalog tahunan full seller, terutama di Eropa
Dengan destinasi yang eksotis antara lain Yunani, Maroko, Srilanka, India Jepang dan Thailand.
"Mereka punya paket tersendiri untuk langsung ke Yunani. Di Yunani yang hanya berapa hari itu saja mereka menyelenggarakan wellness saja. Kemudian dilanjukan ke Maroko, Srilanka dan yang lain-lain," paparnya.
Baca juga: Para Selebriti yang Rumahnya Hancur Akibat Kebakaran di LA Ungkapkan Perasaan
Nah, sambung Hasiyanna, paket wisata yang ditawarkan bisa meliputi total wellness ataupun per bagian.
"Jadi bisa diambil wellnessnya saja sebagai satu rangkaian ataupun hanya mengambil spa, meditasi, detoksifikasi, penyusunan vegetarian dan sebagainya," ungkapnya.
Kemudian ada beberapa paket wisata wellness yang dikombinasikan dengan kunjungan ke pusat pembuatan bahan-bahan terkait wellness itu sendiri.
Bisa juga sambil menikmati pemandangan atau keindahan di area tempat mereka berkunjung.
Baca juga: Ini Respons Ahmad Luthfi Soal Andika-Hendi Cabut Gugatan Hasil Pilgub di MK
Kalau dengan bahan-bahan terkait itu misalnya seperti bagaimana membuat minyak lulurnya dari bahan-bahan apa saja, bagaimana pengolahannya, kemudian bagaimana untuk makanan dan minuman sehatnya .
Lalu ada juga belajar membuat makanan sehat, mandi lumpur seperti di Yordania. Bagaimana garam-garam campuran airnya itu dibentuk. Kemudian juga aroma terapi dan seterusnya.
"Jadi memang banyak pendukungnya dari wisata wellness ini. Kami dari Tour n Travel Agent umumnya membagi wellness tour ini menjadi dua kategori," ujarnya.
Kategori pertama, wisatawan mancanegara yang khusus mengambil paket wisatanya berdasarkan lokasi pusat wellnessnya dan menjalani dari tujuh sampai 15 hari.
Baca juga: Desa Sidorejo Kendal Raih Penghargaan Desa Cantik se-Jateng
Seperti misalnya ke Yunani atau Srilangka, para wisatawan itu memutuskan atau memilih pergi ke Srilanka saja kemudian dari situ baru mereka menyiapkan sarana yang lain. misalnya beli tiket dan cari hotel.
Kalau wellnessnya itu ada di salah satu hotel di sana mereka melakukan rangkaian wellness yang ditawarkan. Kemudian juga ada objek-objek wisata yang mendukung wellness itu sendiri.
"Pusat wellnessnya di mana, mereka menentukan tournya di mana. Jadi wellness itu menjadi hal yang pokok. konsentrasi di situ. Kemudian hari-harinya yang lain diisi dengan pengetahuan-pengetahuan untuk menambah kelengkapan wellnessnya tersebut," papar Hasiyanna.
Kategori kedua, ada wisatawan yang mengambil paket wisatanya dari tujuh sampai 21 hari. Bahkan kadang-kadang sampai 30 hari. Dan mengambil paket wellnessnya itu di perjalanan bila ada waktu luang.
Baca juga: Desa Sidorejo Kendal Raih Penghargaan Desa Cantik se-Jateng
"Misalnya mereka memilih berwisata ke Indonesia dari Eropa. Nah di Indonesia mau ke mana aja. Misalnya mereka mengambil paket ke Bali. Termasuk Medan, over land sampai Padang. Kemudian dari Padang terbang ke Jakarta. Dari Jakarta over land lagi sampai di Bali dan bisa sampai 21 hari," terangnya.
Bahkan, di perjalanan dari kota ke kota, baik itu naik bus, kereta atau pesawat, nanti di salah satu kota mereka bisa tinggal lebih lama.
"Dari satu malam misalnya, bisa 3 malam. Di Jogja 3 malam di Padang, Bukittinggi 3 malam. Kalau ada waktu luang mereka lihat hotelnya ada fasilitas spa, fasilitas yoga atau meditasinya atau nggak. Jadi sambil berwisata di tempat-tempat tertentu mereka melakukan wisata wellness itu," tandas Hasiyanna.
