PURBALINGGA, HELOINDONESIA.COM - Nuansa pedesaan yanga asri dan alami terasa saat kita memasuki Desa Wisata Tematik Umah Wayang Selakambang, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Wisata dengan keunggulan seni budaya dan sejarah ini masuk dalam 500 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2024.
Seperti dinukil dari jadesta.com, Umah Wayang Selakambang menawarkan sudut desa dengan berbagai situs sejarah atau cagar budaya peninggalan leluhur yang masih terawat dan terjaga. Seni pertunjukan seperti ebeg Purbalingga, lengger, wayang dan lainnya masih lestari sebagai khasanah budaya yang adiluhung.
Baca juga: Batik Talunombo Wonosobo Warisan Budaya Berakar pada Nilai-nilai Luhur
Mengeksplor Desa Selakambang, wisatawan akan dibawa dalam petualangan yang tak terlupakan dengan singgah ke Umah Wayang Kemukusan, Objek Watu Kambang, dan Taman Gembrungan.
Adalah Kusno, Ketua Pokdarrwis Purwa Budaya dan Ketua Adat Desa Budaya Selakambang yang mendirikan Umah Wayang dan melalui sanggar seninya itu mengajak generasi pecinta seni di kawasan Selakambang, termasuk pengunjung umum, untuk memperdalam dan mempelajari seni budaya banyumasan.
Umah Wayang Kemukusan dibuka pada 17 Agustus 2017. Berawal dari sebuah rumah joglo milik Kusno, tempat ini diubah menjadi museum yang mengoleksi berbagai jenis wayang kulit dan wayang golek karya alm. Eyang Hartono, tokoh masyarakat Desa Selakambang.
Keunikannya wisata budaya ini yaitu terdapat sebuah bunker bawah tanah di belakang rumah yang konon dulunya digunakan sebagai tempat persembunyian bahan pangan dari tentara Jepang, serta disulap menjadi museum mini yang menyimpan beragam perkakas kuno.
Menurut Kusno, pengakuan Kemenparekraf melalui ADWI 2024 menjadi suluh bagi Umah Wayang Kemukusan untuk merawat merawat kearifan lokal secara berkelanjutan. Pihaknya terus mengembangkan paket wisata, seperti karawitan dan karakternya, wayang dan karakternya, permainan tradisional dan karakternya, treking susur situs sejarah lokal perang Diponegoro thn1830 (perang biting/beteng).
Selanjutnya ada kuliner proses pembuatan gula semut, tempe kedelai, ondol, anyaman bambu. Dia ingin pengunjung merasa fun dan asyik untuk belajar seni karawitan, treking susuri situs bersejarah, menari dan menyusuri wisata edukasi kuliner.
''Pengunjung mayoritas baru di wilayah eks karesidenan Banyumas. Di tempat kami ada 16 instruktur, empat instruktur karawitan, dan dua tatah sungging wayang. Lalu ada instruktur wayang kulit/ kertas, melatih permainan tradisional, dan pembuatan kuliner gula semut,'' kata Kusno saat dihubungi Sabtu 19 Oktober 2024.
Kusno yang juga guru ini menjelaskan, pengunjung Umah Wayang Kemukusan meningkat saat awal semester (MPLS/MOS) saat tengah semester untuk pelaksanaan program P5 dari tingkat SD/MI, SMP/Mts, SMA/SMK/MA.
''Ada juga mahasiswa melaksanakan tugas penelitian/hipotesa masalah seni budaya dan adat-istiadat, serta sejarah lokal. Untuk libur sekolah justru malah sepi,'' tambahnya.
Baca juga: Curug Sikarim, Mutiara Alam Tersembunyi di Dieng yang Pas untuk Healing
Disinggung apa menjadi faktor pembeda Umah Wayang dengan wisata sejenis? Dijelaskan dia, di desa wisata ini terdapat Watu Lumpang, Watu Kambang, serta Watu Lintang. Keberadaan situs ini wisatawan akan belajar tentang asa usul, sejarah, manfaat bagi dunia pendidikan maupun budaya sosial masyarakat sekitar. Dan itu dipelajari secara metafisika dan ilmiah dan teknologi.
''Ke depan, inovasi yang lagi dikembangkan adalah wahana outbond halang rintang sederhana sesuatu tingkatkan usia pengunjung. Untuk latihan uji nyali, melatih jiwa korsa anak didik. Dan mengembangkan atraksi budaya,'' pungkasnya.
Daya Tarik
Analis Kebijakan Ahli Muda Dinporapar Purbalingga, Laela Afni Hidayah menjelaskan, desa wisata Selakambang merupakan desa wisata yang berbasis budaya. Diungkapkan dia, Umah Wayang merupakan salah satu daya tarik wisata Selakambang karena terdapat berbagai macam wayang baik wayang khas Jawa Tengah Purbalingga maupun nasional.
''Di desa wisata Selakambang terdapat berbagai macam situs peninggalan masa lampau,'' beber Afni.
Afni menambahkan, salah satu program dari desa wisata Selakambang dan menjadi paket wisata yang dijual ke pengunjung yaitu adalah program-program terkait kelestarian budaya seperti permainan tradisional, kebudayaan warga lokal yang itu pun juga dijual seperti halnya mitoni, begalan, grebeg sura., ruwat bumi dan seni karawitan.
Ditandaskannya, saat ini ada lima desa wisata yang menjadi perhatian Pemkab Purbalingga untuk dikembangkan. Selain Selakambang, ada desa wisata Banjaran, Serang, Karangcegak, dan Kedungbenda. (Aji)