WONOSOBO, HELOINDONESIA.COM - Selain wisata Swiss van Java, sebuah jalur yang menawarkan keindahan perbukitan rupawan, Dataran Tinggi Dieng di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, juga menghadirkan eksotika alam lainnya berupa air terjun Curug Sikarim.
Curug SIkarim berada di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar. Berlatar Perbukitan Sikunir pada ketinggian 1.800 mdpl, air terjun ini mengalir menuruni tebing perbukitan setinggi hampir 90 meter dan jatuh ke Sungai Mlandi.
Berada di sini, pengunjung akan merasakan sensasi yang berbeda, karena dibawa ke suasana yang tenang dan suara air yang terdengar menyatu dengan harmoni alam. Tempat ini cocok bagi mereka yang ingin healing dari hiruk pikuk dan rutinitas kerja yang mendera.
Baca juga: Membeludak, Pendaftar Lomba Foto Wisata Curug Kedung Kudhu Pudakpayung
Berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Wonosobo, butuh tantangan dan nyali untuk mencapai curug ini. Wisatawan disarankan berkendara dengan jip wisata karena rute jalannya yang menanjak, berkelok, naik turun ini. Di sekitar Dieng, banyak jasa persewaan jip yang siap mengantar pengunjung menjelajahi kawasan wisata berhawa sejuk itu.
Namun tak rugi jika berwisata ke curug ini, karena pengunjung akan dimanjakan oleh pesona keindahan alam Wonosobo yang memukau. Bentangan ladang milik warga sekitar bak permadani dengan daun-daun yang hijau segar. Ke mana mata memandang, terlihat lekuk bukit yang subur. Pengunjung disarankan untuk mengeksplor di pagi hari agar merasakan kesejukan udara.

Aman Ariyanto, salah satu pewarta media online asal Kota Semarang yang berwisata ke curug dalam rangkaian acara Media Gathering yang diadakan RSI Sultan Agung Semarang, 5-6 Oktober 2024 lalu, mengakui adanya daya pikat Curug Sikarim.
''Ini sebuah mutiara alam yang tersembunyi. Jatuhnya air dari ketinggian bukit, laksana simfoni alam yang akan membuat wisatawan terkesan. Udaranya sejuk, debit airnya tinggi, jernih, dan tempatnya sungguh instagenik. Pokoknya seru,'' ujar penyuka olahraga bulutangkis ini.
Baca juga: Perpustakaan Kelurahan Miroto Berkembang, Selalu Diserbu Anak-anak Sekolah
Dia mengatakan, lokasinya yang damai dan jauh dari kebisingan, Curug Sikarim adalah alternatif destinasi wisata bagi perindu ketenangan.
Video Artistik
Hal senada diungkapkan Ari Widiarto, pekerja media lainnya. Dia sengaja memanfaatkan kunjungan ke Curug Sikarim untuk membuat video sebanyak-banyaknya. Selain lokasinya asyik, Ari melihat view-nya artistik. Jadi sayang untuk dilewatkan begitu saja.
''Curug ini langsung membangkitkan bakat lama saya yaitu bikin video artistik dari kamera smartphone biasa. Teman-teman yang lihat hasilnya jadi kaget, kok biasa dari ponsel biasa menghasilkan video yang artistik dan futuristik dengan latar air terjun,'' ujar Ari dengan wajah sumringah.
Menurut kisah turun temurun yang berkembang di masyarakat setempat, curug Sikarim berasal dari dua sumber yaitu Telaga Cebong dan Mata Air Sikarim yang merupakan hulu dari Sungai Lempong. Mata air tersebut ditemukan Kiai Karim.
Kiai Sikarim merupakan salah satu pendiri Desa Sembungan bersama Kiai Adam Sari (Jaka Sembung). Mata air yang ditemukan oleh Kiai Sikarim tersebut dimanfaatkan oleh warga desa Sembungan untuk kebutuhan sehar-hari hingga saat ini. (Aji)
