PURBALINGGA, HELOINDONESIA.COM - Menjelajah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, tak ada salahnya meluangkan waktu berkunjung ke Desa Wisata Banjaran. Wisata yang dikelola Pokdarwis Banjarandap itu terus memoles diri guna memikat pengunjung datang.
Desa wisata yang berlokasi di Jalan Bendungan Slinga, Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari tersebut masuk dalam daftar lima desa wisata yang tengah dikembangkan Disparbud Purbalingga. Empat desa wisata lain meliputi Selakambang, Serang, Karangcegak, dan Kedungbenda.
Mengunjungi desa wisata ini, wisatawan akan langsung dikenalkan dengan spot wisata Banjarandap. Di sini, pengunjung akan menjumpai produksi anyaman berbahan baku bambu yang terkenal dengan nama gedeg atau tabag.
Selain itu ada Banjarandap Park yang letaknya di pinggir bendungan sungai Klawing yang melintasi desa. Di sini, pengunjung bisa bermain di taman atau berteduh di gazebo-gazebo sembari menikmati secangkir kopi dan cemilan.
Secara geografis Desa Banjaran memang menyimpan potensi sebagai desa wisata. Keberadaan bendungan Sungai Klawing, hutan bambu, hamparan sawah, pengrajin bambu serta kesenian masyarakat merupakan potensi ekonomi lokal yang dapat diintegrasikan menjadi desa wisata.
Menurut Ketua Pokdarwis Banjarandap, Trio Irama, usaha kerajinan bambu ini sudah turun temurun dari nenek moyang. Banjaran juga memiliki pengelolaan sampah dan budidaya magot.
''Sentra para perajin bambu inilah yang menjadikan Banjaran sangat ikonik di Purbalingga. Bahkan, artis Gita Sinaga terkesan saat menyempatkan diri berkunjung ke desa kami untuk melihat aktivitas warga membuat anyaman bambu. Tangan ibu-ibu sangat terampil membuat rajutan bambu untuk dibuat aneka kerajinan yang berdaya guna,'' kata Trio kepada Heloindonesia.com, Rabu 13 November 2024.
Beberapa kerajinan yang dibuat di Banjaran, diantaranya gedeg, tampah, keranjang sampah, hingga lukisan sketsa wajah.
Berdampak Besar
Sejak diresmikan tahun 2023 lalu sebagai desa wisata, Banjaran semakin menawan dan populer.
''Dampak besar yang kami rasakan adalah meningkatnya jumlah UMKM yang berada di desa Banjaran ini. Bukan hanya dari warga desa itu sendiri tapi juga dari warga desa lain,'' tambahnya.
Terkait tingkat kunjungan wisatawan, Trio menyebut tiap tahun grafiknya masih naik turun. Mayoritas wisatawan yang berkunjung masih lokalan, tapi beberapa wisatawan dari mancanegara juga pernah datang.
Dia bercerita, Desa Wisata Banjaran ditangani Pokdarwis Bajarandap dengan jumlah personel yang aktif 13 orang. Tim juga mendapatkan dukungan dari Pemdes terutama kades yang selalu men-support dan sejumlah tokoh masyarakat.
''Biasanya kunjungan meningkat saat libur sekolah, ,libur Lebaran dan Natal dan saat ada event. Puncaknya saat Tahun Baru. Spot favoritnya adalah di wisata Banjarandap Park yang letaknya memang sangat setrategis yaitu di tepi sungai Klawing,'' tambah Trio.
Berbagai inovasi, kata dia, akan terus dilakukan. Misalnya ingin membidik adalah anak-anak sekolah tingkat SD/SMP/SMA sederajat untuk paket wisata edukasi.
''Guna meningkatkan jumlah kunjungan, saat ini kmi sedang melakukan penghijauan khususnya wisata Banjarandap dan penambahan fasilitas salah satunya adalah gazebo,'' pungkasnya. (Aji)