KUDUS, HELOINDONESIA.COM - Kabupaten Kudus memiliki banyak ikon wisata yang menarik, diantaranya Menara Kudus, Goa Jepang dan Air Terjun Rahtawu. Tapi ada satu yang tak boleh dilewati jika singgah di kota ini yaitu Museum Kretek.
Memang kalau kita mendengar kata museum, kesannya bikin bete karena isinya benda-benda kuno. Tapi ada baiknya sebagai wisata sejarah, di sini kita bisa mengetahui bahwa adanya Museum Kretek membuktikan bahwa kretek berkembang sangat pesat di Jawa, khususnya di Kudus. Tak heran jika Kudus dikenal sebagai Kota Kretek.
Di museum ini, kita bisa menyusuri jejak sejarah kretek, mulai proses produksi rokok kretek, dari proses pembuatan secara manual, hingga teknologi mutakhir. Dan yang pasti, museum kretek kini satu-satunya yang ada di Indonesia.
Baca juga: Tinggalkan Kesan Horor, Pantai Indah Kemangi jadi Destinasi Wisata Favorit di Kabupaten Kendal
Seperti dikutip asosiasimuseumindonesia.org, dalam museum ini tersimpan 1.195 koleksi mengenai sejarah kretek di wilayah ini, antara lain dokumentasi kiprah Nitisemito yang mendirikan Pabrik Rokok Bal Tiga. Selain itu terdapat pula bahan dan peralatan tradisional rokok kretek, foto-foto para pendiri pabrik kretek dan hasil produksinya, benda-benda promosi rokok di masa lalu hingga sekarang, termasuk diorama proses pembuatan rokok kretek.
Museum ini berlokasi di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati. Wisata sejarah ini juga pernah menjadi lokasi syuting serial drama berjudul "Gadis Kretek" yang diadaptasi dari novel karya Ratih Kumala. Serial drama yang disutradarai Kamila Andini dan Ifa Ifansyah tersebut dibintangi aktor dan aktris ternama Indonesia, seperti seperti Arya Saloka, Putri Marino, Dian Sastrowardoyo, Wingky Wirawan, dan Tissa Biani.
Warga Kudus Ali Bustomi menyebut, museum ini menjadi referensi yang bagus bagi mereka yang ingin mempelajari sejarah perjalanan kretek di Indonesia. ‘’Sebagian dari kita hanya tahunya rokok kretek, tapi kita perlu juga bagaimana sejarah kretek sendiri,’’ kata Ali kepada Heloindonesia.com, Senin 19 Juni 2023.
Apa saja sih yang bisa kita gali informasinya dari Meseum Kretek? Yuk kita telusuri seperti dirangkum dari visitjawatengah.jatengprov.go.id :
Baca juga: Destinasi-destinasi Wisata Pantai di Kabupaten Demak Mulai Dilirik Wisatawan Domestik
Cerita Kretek
Kretek lahir di Kudus tidak terlepas dari sosok Haji Djamhari. Ketika itu, Haji Djamhari memiliki sakit sesak napas, lalu mengambil minyak cengkih dan dioleskan di dada dan tubuhnya. Setelah dioleskan, sesak napasnya reda. Kemudian ia bereksperimen dengan menghaluskan cengkeh, dicampur dengan tembakau, dilinting menggunakan “klobot” kulit jagung, diikat dengan benang lalu dibakar dihisap. Nah, bunyi 'kemretek' atau terdengar 'kretek..kretek..kretek..." dari lintingan yang dibakar inilah menjadi asal-usul nama kretek.
Tentang Museum Kretek
Museum Kretek didirikan di atas lahan seluas 2,5 ha pada tahun 1986 atas prakarsa Soepardjo Rustam, Gubernur Jawa Tengah, ketika berkunjung ke Kudus dan melihat potensi besar perusahaan kretek yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat di kota tersebut.
Miniatur Cagar Budaya
Di sekitar komplek museum juga terdapat beberapa miniatur bangunan cagar budaya, seperti Oemah Kembar Nitisemito yang banyak dianggap menjadi saksi bisu kejayaan Sang Raja Kretek Nitisemito, Masjid Wali loram Kulon dengan gapura padureksan yang sungguh ikonik, serta Rumah Adat Kudus “Joglo Pencu” dengan arsitektur perpaduan budaya Jawa (Hindu), Persia (Islam), Cina (Tionghoa) dan Eropa (Belanda).
Fasilitas Museum
Fasilitas yang tersedia juga cukup lengkap. Banyak wahana untuk anak-anak, sehingga tidak akan bosan saat berkunjung ke sini, seperti trampoline, terapi ikan, mandi bola, ember tumpah dan mini waterboom. Setiap wahana memiliki HTM yang ramah di kantong dan buka setiap hari. Yah, Museum Kretek bisa menjadi pilihan wisata saat akhir pekan atau libur sekolah. (Aji)