HELOINDONESIA.COM - Viral di media sosial, seorang pria difabel bernama Agus di NTB diduga melakukan pelecehan seksual. Tak tanggung-tanggung tercatat 13 korban, di mana tiga di antaranya adalah anak di bawah umur.
Menurut Ketua Komisi Disabilitas Daerah (KDD) NTB, Joko Jumadi, meskipun sudah banyak korban yang melapor, proses penyelidikan masih terus berlanjut.
Penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan bahwa Agus bukan hanya sekali melakukan tindakan pelecehan, melainkan sudah berulang kali melakukan kekerasan seksual, bahkan di tempat-tempat umum seperti homestay di Mataram.
Baca juga: Hari Bakti ke-79, Ketua Komisi C DPRD Kendal Ajak DPUPR Tingkatkan Pemerataan Infrastruktur
Berawal dari laporan seorang mahasiswi pada 7 Oktober 2024, tentang dirinya yang menjadi korban pelecehan Agus.
Agus, yang dikenal sebagai seorang pria disabilitas tanpa kedua tangan, sempat mengklaim bahwa dirinya difitnah oleh korban.
Bahkan ia mengaku memakai baju saja masih dibantu oleh ibunya sendiri, apalagi untuk melakukan hal sekeji itu pada perempuan
Namun Korban bertambah seiring dengan penyelidikan yang semakin mendalam. Setelah adanya pengakuan dari korban pertama, korban lainnya pun mulai berani melapor.
Baca juga: Hari Bakti ke-79, Ketua Komisi C DPRD Kendal Ajak DPUPR Tingkatkan Pemerataan Infrastruktur
Penuturan pemiliki homestay di Mataram, Agus kerap ketempat itu dengan wanita yang berbeda-beda.
Bahkan, beberapa korban yang keluar dari kamar diketahui dalam kondisi panik, menangis, atau lari terburu-buru.
Saat ini, lima korban telah diperiksa oleh kepolisian, dan penanganan untuk tiga korban anak telah dilimpahkan kepada Lembaga Perlindungan Anak.
Pihak kepolisian juga terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap lebih banyak korban yang mungkin belum melapor.
