LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Gelombang demo petani dan kebijakan pemerintah soal harga eceran tertinggi (HET) singkong sejak akhir tahun lalu hingga kini, beberapa pengusaha pabrik tepung tapioka malah menghentikan pembeliannya.
Kamis (23/1/2025), selain ribuan petani singkong menggeruduk Pemkab Lampung Timur yang ketiga kalinya, mahasiswa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lampung ikut aksi soal harga singkong (Manihot utilisima) ke Pemprov Lampung.
Baca juga: Petani Singkong Lampung Timur Kembali Serbu Kantor Bupati
Pabrik terbesar yang menyerap singkong, PT Budi Starch and Sweetener anak perusahaan PT Bumi Waras (BW) pada hari yang sama stop pembelian singkong. Sebelumnya PT Teguh Wibawa Bhakti Persada, pabrik tapioka yang juga skala besar.
Pertengahan bulan, PT Umas Jaya Agrotama mengumumkan mau membeli singkong seharga Rp1400 per kg dengan syarat yang sulit dipenuhi petani, yakni kadar pati minimal 24 persen.
Cek peta, Budi Starch & Sweetener total kini memiliki 19 pabrik, yakni12 pabrik tapioka berkapasitas 705.000 ton, 1 pabrik glukosa berkapasitas 108.000 ton, 1 pabrik karung berkapasitas 5.000 ton dan 1 pabrik asam sulfat berkapasitas 60.000 ton di Lampung.
Baca juga: Orang Dekat Mirza Tak Percaya HET Singkong Jadi Solusi, Ini Tawarannya
Lalu, 2 pabrik tapioka berkapasitas 90.000 ton, 1 pabrik glukosa dan sorbitol kapasitas 54.000 ton di Jawa Timur. Dan, 1 pabrik tapioka 30.000 ton di Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, Pemprov Lampung, 29 pengusaha, dan Petani Ubi Kayu Indonesia (PPUKI) menyepakati Keputusan Bersama tanggal 23 Desember 2024 harga ubi kayu itu Rp 1.400 per kg dengan rafaksi maksimal 15 persen.
Wahrul: Tutup Saja BW Dll
Sebelumnya, anggota DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi mendesak Polda Lampung tutup saja Bumi Waras (BW) dan pengusaha-pengusaha yang mengumpulkan singkong masih bermain-main dengan harga singkong
"Pak polisi juga turun tangan, tutup. Hari ini arahan Pak Presiden (Prabowo) jelas, bagaimana kesejahteraan yang paling penting, bagaimana petani diangkat, bagaimana harga singkong dinaikkan," tandanya.
Kejar juga, adakah kebijakan impor sagu, sehingga kebijakan jelas dari atas ke bawah, tambahnya usai konferensi pers tentang penangkapan benur di Kabupaten Pesisir Barat, Senin (16/12/2024).
Menurut dia,"Kalau pengusaha cari duit semua aja, ngerampok aja maunya, tapi tidak pernah berpikir perjuangan petani kita."
Wahrul mengatakan dengan harga singkong Rp900 per kg itu justru merugikan petani. "Gak hebat-hebat amat harga Rp900 per kilo itu, itu harga tahun 2021," tandasnya.
Kebijakan itu harusnya Rp3000-Rp4000 per kg. Kejar juga, adakah kebijakan impor sagu sehingga kebijakan jelas dari atas je bawah, tambahnya usai konferensi pers tentang penangkapan benur di Kabupaten Pesisir Barat.
Sebelumnya, petani Kabupaten Tulangbawang Barat dan Lampung Utara demo atas anjloknya harga singkong.
Di Lampung Utara, setelah para petani yang dikoordinir Persatuan Petani Singkong Lampung Utara (PPSLU) menggeruduk DPRD setempat, Bupati Drs. Aswarodi dan Ketua DPRD Yusruzal.,ST menandatangani pakta integritas harga singkong.
Salah satu poinnya, Aswarodi dan Yusruzal menandatangani penetapan pakta integritas harga singkong terendah Rp1.500/kg dengan potongan (refaksi) maksimal 15 persen.
Sedangkan Samsudin menegaskan untuk sementara harga singkong merujuk kesepakatan harga tahun 2021, yakni minimal harga singkong Rp900/kg dengan refaksi 15 persen pada tahun 2025.
Saat ini, perusahaan menetapkan harga singkong berkisar Rp900 – Rp1.100/kg. Namun setelah adanya potongan refaksi maka petani menerima bersih kisaran Rp450/kg-Rp600/kg.
Para petani singkong mengharapkan mereka menerima bersi Rp900/kg.
Terakhir hari Jumat (6/12/2024), harga singkong Rp1.070/kg dengan potongan tonase 15 persen sekarang hanya menjadi Rp970/kg dengan potongan harga naik menjadi 16 persen. (HBM/Hajim).
-
-
