Helo Indonesia

Kembali Beredar Kabar Akan Melakukan Merger, Begini Tanggapan dari Smartfren dan XL Axiata

Kamis, 7 September 2023 13:51
    Bagikan  
Merger XL Axiata dengan Smartfren
screenshot of youtube

Merger XL Axiata dengan Smartfren - Merger XL Axiata dengan Smartfren

HELOINDONESIA.COM - Kabar berhembus bahwa dua operator seluler besar di Indonesia akan melakukan aksi korporasi berskala masif.

Sebenarnya kabar seperti ini sudah terjadi pada tahun 2021, namun proses tersebut gagal.

Dalam hal ini, XL Axiata dikabarkan kembali akan melakukan merger dengan Smartfren.

Hal ini berdasarkan dari Bloomberg yang mewartakan bahwa operator nirkabel terbesar di Malaysia, Axiata Group Bhd dan PT Sinar Mas Group telah melakukan pembicaraan kembali yang mengarah pada penggabungan operasi telekomunikasi mereka di Indonesia.

Baca juga: Para Tokoh NU Terpecah, Duet Anies-Cak Imin Bukan Resep Manjur Rebut Suara Nahdliyin

Pemilik PT XL Axiata dan PT Smartfren Telecom dilaporkan sedang bekerja sama dengan penasihat mereka masing-masing untuk membantu mempertimbangkan potensi transaksi tersebut.

Hal ini berdasarkan kata sumber yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena masalah tersebut bersifat pribadi.

"Opsi lain yang dipertimbangkan dapat mencakup perjanjian berbagi jaringan dan kemitraan," kata sumber yang mengetahui masalah tersebut dilansir dari Bloomberg, Selasa (5/9).

Dikonfirmasi secara terpisah oleh JawaPos.com, Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys masih enggan banyak bicara mengenai isu merger tersebut. "Yang jelas kami terbuka dengan segala peluang yang sifatnya kolaborasi," kata Merza singkat melalui sambungan telepon.

Baca juga: Memasuki Semester II TA 2023, Kemendagri Dorong Percepat Realisasi APBD

Saat ditanya mengenai sejauh mana isu tersebut berembus di internal Smartfren sendiri selaku pemilik opsel tersebut, Merza enggan bicara lebih jauh.

"Intinya kami terbuka dengan kolaborasi," tutur Merza.

Berbeda dengan XL Axiata Group Head Corporate Communications XL Axiata Retno Wulan melalui pesan singkatnya saat dikonfirmasi terpisah oleh JawaPos.com menyebut kalau hal tersebut, isu merger yang sedang dibicarakan oleh para pemilik, opsel masing-masing merupakan rumor belaka.

"Informasi ini menurut kami masih spekulatif dan rumor, sehingga kami tidak bisa memberikan tanggapan lebih lanjut," tutur Iwul, sapan karibnya secara singkat.

Baca juga: Tercemar Debu Batubara di Panjang, Dinas LH Terkesan Tak Peduli

Kendati kedua operator seluler tersebut di Tanah Air masih sama-sama menunggu dan tidak mau berkomentar lebih jauh, namun isu merger Smartfren dan XL Axiata sejatinya bukan merupakan isu baru.

Ini bukan kali pertama Smartfren dan XL Axiata dikabarkan bakal melakukan penggabungan perusahaan alias merger.

Kabar rencana merger ini pertama kali beredar pada 2021 silam.

Beberapa waktu lalu, pasar telekomunikasi di dalam negeri belakangan ini memang sedang berkonsolidasi.

Baca juga: Langkah Aneh Nokia yang Masih Menjual HP Jadul Disaat Brand Lain Berlomba Memberikan Fitur Canggih

Contohnya pada tahun lalu, CK Hutchison Holdings Ltd dan Ooredoo dari Qatar menggabungkan bisnis telekomunikasi mereka di Indonesia dalam transaksi senilai USD 6 miliar.

Hal itu sebagai upaya mereka untuk memenangkan persaingan di pasar terbesar di Asia Tenggara dalam hal jumlah pelanggan.