HELOINDONESIA.COM - Gregoria Mariska Tunjung harus mengubur keinginanya maju ke semifinal. Apa daya ia harus terhenti karena kalah melawan Wang Zhi Yi (China) 8-21, 16-21.
Dengan demikian ia harus puas menduduki posisi tiga grup dengan sekali menang dan dua kali kalah.
"Secara keseluruhan bukan tahun yang buruk bagi saya tapi naik-turun saya pasti bisa dirasakan semua orang. Di satu minggu saya bisa bemain sangat bagus tapi di minggu selanjutnya belum tentu. Itu menjadi hal yang saya harus lewati sekarang.
Berkaca lagi tentang apa yang sudah saya dapat, akhirnya tahun ini selesai. Saya sebenarnya berharap lebih dari ini secara performa jadi cukup kecewa dengan penampilan dan hasilnya, ini catatan baik untuk saya untuk terus belajar dan belajar lagi.
Salah satu hal yang benar-benar saya pelajari tahun ini adalah saya mencontoh banyak pemain untuk tidak menyerah begitu saja ketika ada dalam situasi sulit. Dan beberapa kali saya berhasil melakukannya juga.
Baca juga: WTF 2024: Cedera Kaki, Fajar/Rian Kalah dari Ganda Malaysia Aaron/Soh
Tahun ini setelah berhasil mendapat medali perunggu di Olimpiade, saya sadar atensi publik meningkat kepada saya. Ini tidak lantas membuat saya menjadi puas atau menjadi santai, malah dengan itu memacu saya untuk mendapat gelar yang lebih lagi.
Di luar itu, tahun ini saya mau memberikan kredit untuk sektor saya, tunggal putri, yang sangat bagus. Dari level turnamen International Challenge sampai level atas selalu bisa kasih spot di semifinal atau final.
Itu membuat saya bangga karena dulu kami ada di titik yang berat, jangankan untuk banyak pemain merata, bahkan untuk sekadar satu pemain pun sulit. Sekarang saya bisa melihat perkembangannya, melihat persaingan sehat di dalam dan dengan talenta-talenta yang mereka miliki dan usia yang masih muda, saya percaya masa depan tunggal putri bakal cerah di tahun-tahun mendatang.
Dejan/Gloria
Ganda campuran Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja juga mrnjadi peringkat tigs grup kalah melawan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie (Malaysia) 21-17, 15-21, 14-21
"Di gim pertama, kami sudah bermain dengan cukup baik. Sisi lapangan juga enak untuk kami menjalankan pola yang kami mau," kata Dejan Ferdinansyah.
Di gim kedua, sisi lapangannya agak menang angin. Kami sudah persiapkan tetapi beberapa kali pengembalian kami keluar, defend-nya ragu-ragu dan kurang solid. Itu yang membuat pola yang dipersiapkan tidak sesuai rencana.
Baca juga: WTF 2024: Jorji Raih Kemenangan Pertama, Tekuk Busanan
Sangat disayangkan memang kami tidak bisa melaju ke semifinal di pertama kali kami bermain World Tour Finals. Tapi secara keseluruhan kami sudah mencoba yang terbaik, dari segi permainan juga kami tidak kalah mudah.
Tahun 2024 tidak mudah bagi kami, ada naik turun beberapa kali. Kami sempat berada di Race to Paris tapi tidak berhasil lolos. Dari sana kami ada struggle, saya dengan diri saya, kak Gloria dengan dirinya untuk fokus ke tujuan berikutnya, World Tour Finals. Dan kami bersyukur bisa sampai di sini walau belum bisa melaju ke babak selanjutnya. Bagi saya 2024 adalah tahun yang luar biasa.