Helo Indonesia

Wali Kota Eva Berikan Langsung Amplop dan Beras buat 5.800 KK Korban Banjir

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Rabu, 15 April 2026 20:14
    Bagikan  
BANTUAN
HELO LAMPUNG

BANTUAN - Wali Kota Eva serahkan amplop satu per satu kepada warga terdampak banjir (Foto Hajim/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM- Wali Kota Eva Dwiana menyerahkan langsung bantuan beras 10 kilogram dan uang tunai sebesar Rp500 ribu kepada setiap kepala keluarga (KK) yang terkena musibah banjir di Kecamatan Kedaton. Diperkirakan, total warga terdampak banjir 5.800 KK

Rencana, bantuan tersebut akan disalurkan merata di seluruh kelurahan dari 13 kecamatan terdampak banjir. "Kami hadir di tengah-tengah masyarakat yang mengalami kesulitan," kata Wali Kota Eva Dwiana, Rabu (15/4/2026).

undefined

Wali Kota Eva menjelaskan solusi pascabanjir (Foto Hajim/Helo) 

"Wilayah yang paling banyak terdampak antara lain Kecamatan Wayhalim, Kedaton, Kedamaian, dan Tanjungkarang Pusat,” kata Kalak BPBD Kota Bandarlampung Idham Basyar Saputra.

Soal korban jiwa, sampai saat, pihaknya hanya menerima laporan satu warga yang meninggal dunia akibat musibah banjir dan satu anggota BPBD mengalami kehilangan tiga jari saat evakuasi banjir, katanya.

Baca juga: Pegawai BPBD Bandar Lampung Kehilangan 3 Jari Saat Evakuasi Banjir di Kedaton

Baca juga: Tragis! Tembok Rumah Jebol Diterjang Air Bandang, Warga Garuntang Tewas Tenggelam

INFRASTRUKTUR

Ada sejumlah infrastruktur yang terdampak banjir, seperti jalan nasional, yang merupakan kewenangan pemerintah pusat,termasuk sungai itu juga kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Menurut Eva Dwiana,karena sungai dan jalan milik pusat berada di wilayah Bandarlampung, kami tetap turun tangan membantu penanganan di lapangan.

“Walaupun itu kewenangan Balai dan jalan nasional itu pusat, karena ada di Bandar Lampung, kita tidak mau masyarakat susah. Satgas langsung turun mendampingi warga,” tambahnya.

"Bukan saja bantuan, namun kami menawarkan solusi jangka panjang bagi warga yang tinggal di kawasan padat dan rawan banjir, khususnya yang berada di bantaran sungai," katanya.

Warga bisa tinggal ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Nanti bagi warga yang rumahnya padat dan dekat kali, solusinya bisa ke rusunawa kalau warganya mau, pungkas Wali Kota Tapis Berseri. (Hajim).