LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Untuk memperkuat kembali pendapat asli daerah (PAD) pada tahun 2026, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lampung telah menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya digitalisasi penuh layanan pajak melalui aplikasi pembayaran, perluasan gerai dan pelayanan jemput bola.
Dicontohkannya, seperti Samsat Keliling dan Samsat Desa, serta evaluasi menyeluruh terhadap kinerja UPTD Samsat. Hingga 31 Desember 2025, pendapatan baru mencapai sekitar Rp3,37 triliun atau 79,95 persen dari target. Penyumbang terendahnya pajak kendaraan bermotor (PKB).
Baca juga: PAD Lampung Pincang, Jaga Fiskal Lewat Tunda Bayar

Pemprov Lampung juga berencana mengintegrasikan data kendaraan dengan kepolisian dan perusahaan pembiayaan guna memastikan setiap perpindahan kepemilikan kendaraan tercatat dengan baik. Di sisi lain, edukasi dan komunikasi publik terkait kesadaran pajak akan terus diperkuat.
“Langkah-langkah ini kami siapkan untuk memperbaiki capaian PKB dan mengurangi tunggakan yang selama ini menahan laju PAD,” ujar Slamet.“Langkah-langkah ini kami siapkan untuk memperbaiki capaian PKB dan mengurangi tunggakan yang selama ini menahan laju PAD,” ujar Slamet. Ia pun berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya membayar pajak tepat waktu demi mendukung pembangunan daerah.
“Pajak daerah, khususnya PKB, adalah sumber utama pembiayaan pembangunan Lampung. Kami berharap masyarakat semakin kooperatif dan memanfaatkan berbagai kemudahan layanan yang telah disediakan,” pungkasnya. (Rls/Prapthy)
-
