HELOINDONESIA.COM - Calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump menang dalam Pilpres AS 2024 dan akan kembali menjabat sebagai presiden AS. Kemenangan Trump dipastikan setelah dirinya meraup 277 suara elektoral pada Rabu (06/11).
Ia mengalahkan capres dari Partai Demokrat, Kamala Harris, yang tertinggal dengan 224 suara. Batas electoral vote di AS sendiri adalah 270 suara.
Sebelumnya, Trump mengeklaim "kemenangan politik" di depan ribuan pendukungnya di West Palm Beach, Florida, pada Selasa (05/11) malam waktu setempat.
Pada kesempatan tersebut, dia berterima kasih kepada khalayak karena telah memilihnya sebagai presiden AS ke-47.
Trump melanjutkan dengan mengatakan bahwa periode kedua pemerintahannya akan menjadi "zaman keemasan" Amerika.
"Ini adalah kemenangan luar biasa bagi rakyat Amerika, yang akan memungkinkan kita untuk membuat Amerika hebat lagi," imbuhnya, menegaskan kembali slogan kampanyenya.
Trump telah menyatakan kemenangan, meskipun ia belum memperoleh suara elektoral resmi yang disyaratkan.
Ada banyak orang di panggung bersama Donald Trump—termasuk calon wakil presiden, JD Vance; istri Trump, Melania; dan staf kampanye.
Baca juga: Viral, di Blitar Ada Lubang Penghisap Air Sungai Hingga Kering
Dampak untuk Indonesia
Andry Satrio Nugroho dari INDEF mengatakan, selama ini kebijakan ekonomi dan perdagangan Indonesia “masih berkiblat pada China”.
Perdagangan Indonesia, menurut Andry, langsung terdampak ketika permintaan domestik dari China menurun.
Indonesia kesulitan melarikan produk ekspor mengingat ketergantungan yang tinggi terhadap China.
Ia menduga kebijakan pembatasan produk-produk China yang diterapkan Trump berpotensi “lebih ekstrem dan akan cukup berdampak bagi Indonesia”.
Perang dagang antara AS dan China memengaruhi sektor perdagangan global sejak 2018—saat Donald Trump menjabat presiden Amerika Serikat.
Andry mengatakan era Biden-Harris memang telah menaikkan tarif impor terhadap sejumlah produk China, namun dia memperkirakan jika Trump terpilih maka kebijakan pembatasan akan lebih ketat.
"China berpotensi lebih sulit menjual produknya dengan kondisi ketika Trump yang memimpin," jelas Andry.
Akibatnya, Indonesia diprediksi akan mendapatkan “limpahan produk-produk China lantaran kemungkinan besar sulit terserap di pasar Amerika".
Direktur Pusat Kajian Wilayah Amerika di Universitas Indonesia (UI), Suzie Sudarman, mengingatkan kebijakan ekonomi Indonesia sama-sama berisiko mengalami kendala, siapa pun pemenang Pilpres AS.
“Kalau Trump sudah mengatakan, anggota BRICS akan terkendala, dalam berdagang ada tarif tinggi.”
Trump, lanjut Suzie, pernah melontarkan ancaman bakal mempersulit perdagangan dengan siapa pun yang mengecilkan nilai tukar mata uang AS.***