HELOINDONESIA.COM - Presiden Joko Widodo akan melepaskan jabatannya setelah Pilpres 2024, setelah dua periode memimpin Indonesia.
Setelah tak lagi menjadi orang nomor satu di Indonesia, Jokowi bakal meninggalkan pekerjaan rumah bagi penggantinya.
Salah satunya adalah infrastruktur jalan di beberapa provinsi dan kabupaten di Indonesia.
Pegiat media sosial Said Didu mengungkapkan dalam utasannya di media sosial Twitter kalau setelah Jokowi lengser bakal meninggalkan warisan jalan rusak.
Baca juga: Jadi Korban Jerat Babi, Seekor Harimau Sumatera di Pasaman Mati
"Rezim Jokowi diperkirakan akan meninggalkan warisan jalan rusak sekitat 170.000 km atau sktr 34% total panjang jalan (Data BPS 2021)," ujar Said Didu dalam utas di Twitter yang dilihat Heloindonesia pada Selasa (16/5/2023).
Sambil melampirkan data-data jalan rusak, Said Didu mengungkapkan jika biaya perbaikan antara Rp 3 - Rp 5 miliar per Km artinya pemerintah akan datang terbebani biaya perbaikan jalan sekitar Rp 500 - Rp 850 triliun," utas Said Didu.
Kolom komentar utasannya pun diserbu netizen.
"Pak Jokowi tidak mau mengerjakan semua, nanti keenakkan presiden berikutnya gak ada yang dikerjakan," balas akun duniabulat5.
Baca juga: Laga Final, Erick THohir Sudah Siapkan Bonus, Pelatih Indra Syafri Sebut Para Pemain Siap Tempur
Pembelaan terhadap Jokowi pun datang dari Agungnu20566. Menurutnya, data-data yang disampaikan Said Didu itu merupakan kondisi jalan provinsi dan kabupaten.
"Kalau jalan kabupaten dan kota ya . / Pemerintah Kab. /Kota. Semua Ada Tupoksinya Masing2. Jangan dicampur aduk. Kacau nanti negara. Paham...! utas akun AgungNu20566.
Akun tbho_reta justru mempertanyakan kredibilitas data yang disampaikan Said Didu.
"Didu, Lu tau ada gubernur bupati trus tau ada otonomi daerah gak? Bina Marga provinsi, kabupaten kota tau nggak? Tugas wewenang masing-masing elu tau kan? Masak udah setua gitu elu gak tau Did. Elu pikir semua-semua tugas pusat? Jangan-jangan urusan jamban pun kau bilang tugas jokowi," ucap tbho_reta.
