Helo Indonesia

Buron di Kamboja, Pelaku Menggasak Duit Hingga Hingga 800 Juta Rupiah. Korban Diimingi Duit Puluhan Ribu

Aris Mohpian Pumuka - Nasional -> Hukum & Kriminal
Rabu, 3 Juli 2024 08:01
    Bagikan  
Penipuan Medsos
heloindonesia

Penipuan Medsos - Komplotan pelaku kriminal di Medsos dibekuk jajaran Polda Metro Jaya.

HELOINDONESIA.COM - Kepolisian berhasil menangkap pelaku kriminal yang beraksi di Media Sosial (Medsos), yang belakangan ini marak sekali. Korban digasak hingga lebih dari 800 juta rupiah. Otaknya masih buron di luar negeri, Kamboja. Polisi Cyber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya  tengah memburu komplotan tersebut.

Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah mengungkap kasus yang cukup marak di Medsos, yaitu dengan modus para kriminal itu menawarkan kerja paruh waktu. Pola kerjanya hanya dengan cara memencet like di Youtube setiap like diiming-imingi 31.000 rupiah. 

“Tersangka yang sudah diamankan inisial EO yang berperan mencari orang yang mau diminta datanya untuk membuka rekening kemudian rekening dan buku ATM nya di kirim ke Kamboja ke tersangka D (DPO). Tersangka EO sudah ditahan yang dibantu oleh tersangka kedua SN. Tersangka EO mendapat keuntungan 1.500.000 per rekening dan tersangka SN mendapat keuntungan 500.000 per rekening.” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya kepada wartawan, pada Selasa (3/7/2024.

Modusnya adalah Tersangka D melakukan aksinya dari Kamboja dia menghubungi korban, dengan salah satu korban mendapat kerugian 806.220.000 rupiah pada awal Juni lalu (7/6). Cara kerjanya saudara D me-WA korban kemudian menawarkan pekerjaan paruh waktu dengan pencet like di Youtube dengan diiming-imingi 31.000 rupiah per like dan mengirimkan link telegram.

Baca juga: Sulpakar Apresiasi Kinerja Polisi Yang Berhasil Menangkap Pelaku Pembunuhan Siswi SMK N 1 Di Mesuji

Lanjut Kabid Humas,  modus tersangka harus deposit dulu dan setelah like dan dianggap berprestasi lalu di beri hadiah ditransfer uangnya ke korban. Kemudian dibujuk dan ditawari lagi mau atau tidak, guna melanjutkan pekerjaannya dengan deposit yang lebih besar dan akhirnya korban mengalami kerugian 806.220.000 rupiah, lalu tersangka menghilang.

Dia katakan, saat ini 15 rekening sudah terindetifikasi oleh Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Awalnya ditangkap tersangka SN di daerah Cengkareng., Jakarta Barat. Kemudian kasus dikembangkan dan kemudian ditangkaplah tersangka EO, juga di Cengkareng.

Kedua tersangka dijerat Pasal 28 jo 45 Undang-Undang ITE tentang penipuan dengan menggunakan transaksi elektronik kemudian dilapis juga dengan Pasal 378 KUHP dengan penipuan dan juga diduga atau dilapis dengan Undang-Undang transfer dana dan juga tindak pidana pencucian uang dengan ancaman maksimal 4 tahun, 6 tahun hingga 20 tahun.