LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Rebutan Yayasan Alih Teknologi (Altek) Bandarlampung dan Universitas Malahayati malah makin "hot" pascalebaran Idul Fitri 1446 H antara suami isteri Rusli Bintang vs Rosnati Syech.
Merespon adanya isu pengerahan massa untuk menguasai kawasan Universitas Malahayati, Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan Lampung (AMP3L) datang meminta jaminan ketentraman bagi mahasiswa ke Polda Lampung.
Begitu gentingnya sampai mereka datang minta perlindungan ke Polda Lampung pada Minggu malam (6/4/2025). Koordinator AMP3L Abdillah Rizaky meminta laki-bini itu untuk mengedepankan kenyamanan ribuan mahasiswa.
Sebelumnya, beredar pesan berantai undangan dari Grup Whatsapp Tim PAN Eksekusi Malahayati agar berkumpul hari ini di Terminal Rajabasa, Senin (7/4/2025), pukul 07.00 WIB. Walau, postingan Wilsen tak menyebutkan apa tujuan mereka.
Bahkan, Rosnati Syech kabarnya sampai mengirimkan surat kepada Polda Lampung minta perlindungan hukum karena marasa terancam diserang ratusan orang yang disebut-sebut sebagai preman.
Sebelumnya, kedua pihak saling mengerahkan preman dari Indonesia Timur. Sejumlah eleman masyarakat Lampung marah atas pengerahan massa tersebut. Mereka menolak Lampung diacak-acak preman luar provinsi.
Masalah ini muncul setelah Rusli Bintang mengeluarkan isteri pertama dan anak-anaknya dari yayasan dan universitas. Sang putra yang menjabat rektor, M Kadafi mewakili saudara-saudara san ibunya melaporkan bapaknya ke Polda Lampung.
Dari rilis yang diperoleh Helo Indonesia, Senin (25/11/2024), kuasa hukum, Ardiansyah yang akrab dipanggil Anca membenarkan M Kadafi telah melaporkan ayah kandung ke Polda Lampung terkait dugaan dokumen palsu yang diduga melibatkan Rusli Bintang.
Sejak itu, laki-bini itu terlihat konflik yang makin hot. (HBM)
