Helo Indonesia

HUT BKOW, Nawal Yasin Dorong Posyandu Jadi Layanan Konseling Jiwa bagi Perempuan

1 jam 37 menit lalu
    Bagikan  
HUT BKOW, Nawal Yasin Dorong Posyandu Jadi Layanan Konseling Jiwa bagi Perempuan

Ketua Umum BKOW Jateng Nawal Arafah Yasin saat menghadiri puncak HUT ke-64 BKOW Jateng di Wisma Perdamaian

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Kabar gembira bagi para ibu dan perempuan di Jawa Tengah. Posyandu yang selama ini identik dengan timbang badan bayi, ke depan diproyeksikan bakal menjadi garda terdepan untuk menjaga kesehatan mental para perempuan.

Gagasan segar ini disuarakan oleh Ketua Umum Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Tengah, Hj Nawal Arafah Yasin MSi saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-64 BKOW Jateng di Wisma Perdamaian, Semarang, Minggu 3 Mei 2026.

Kegiatan tersebut mengusung tajuk “Mengelola Kesehatan Mental dalam Pengasuhan dan Interaksi Keluarga, untuk Mencegah Burnout dan Toxic dalam Rumah Tangga.”

Baca juga: Inovasi Wali Kota Agustina Ubah Sampah Jadi Berkah di Lumpiavaganza, Simpang Lima Diserbu Warga

Dalam sambutannya yang mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, sosok yang akrab disapa Ning Nawal ini menyoroti betapa beratnya beban ganda yang sering dipikul perempuan di dalam rumah tangga. Mereka, tidak hanya menanggung beban ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab atas pengasuhan anak-anak.

Karena itu, ke depan BKOW juga akan melibatkan pemangku kepentingan, untuk bersama-sama membuat kebijakan.

“Kami memiliki program Destara atau Desa Sejahtera dan Sekolah Perempuan Kartini. Insyaallah, pada September kami juga akan menggelar rembuk perempuan pesisir. Kita duduk bersama untuk mengases kebutuhan, kemudian membicarakan solusi bersama para pemangku kebijakan,” bebernya.

Pada kesempatan itu, Nawal juga menyoroti kasus bunuh diri dan perceraian di Jateng. Hal tersebut, menurutnya, menjadi trigger bagi BKOW untuk mendorong posyandu, menjadi garda terdepan layanan kesehatan mental.

Konseling Kejiwaan

Caranya melalui Pos Layanan Terpadu (Posyandu) dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat desa/kelurahan, yang menyediakan layanan konseling kejiwaan. Dengan demikian, layanan tersebut diharapkan mampu mengurangi tingkat tekanan mental dan angka bunuh diri.

“Kami memiliki 49.149 posyandu. Sementara di tingkat pusat, Posyandu 6 SPM belum memasukkan layanan kesehatan mental. Namun, di Jawa Tengah, tepatnya di Surakarta, sudah dibuka ruang konseling kesehatan mental, yang bekerja sama dengan rumah sakit setempat,” ujar Nawal, yang juga Ketua Tim Pembina Posyandu Jateng.

Baca juga: Rangkul 7.750 Pelari, Mangkunegaran Run 2026 Hidupkan Wisata dan UMKM Jateng

Dijelaskan, saat ini melalui Posyandu 6 SPM terdapat layanan Trantibum Linmas yang fokus pada masalah sosial. Ke depan, dia berharap kesehatan mental turut menjadi bagian dari posyandu.

Menurutnya, beberapa faktor menjadi pemicu tingkat stres, seperti beban ekonomi dan paparan berlebihan dari dunia maya, yang tanpa disadari menyebabkan kelelahan mental atau burnout.

“Di era gawai, semua hal serba instan. Ketahanan emosi generasi zilenial cenderung rentan terhadap burnout, depresi, dan tingkat kecemasan yang tinggi. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi ketahanan keluarga dan mental,” pungkas Nawal. (Aji)