Helo Indonesia

Kapolda Metro Jaya: Kekuatan Jakarta Bukan dari Gedung, tapi Budaya Warga

Aris Mohpian Pumuka - Nasional -> Hukum & Kriminal
Sabtu, 14 Februari 2026 11:37
    Bagikan  
Apel Siaga
heloindonesia

Apel Siaga - Kapolda Metro Jaya menggelar apel siaga bersama elemen masyarakat menjelang bulan puasa.

JAKARTA, HELOINDONESIA.COM - Bulan puasa sudah di depan mata. Sekaitan hal tersebut, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menggelar apel siaga Kamtibmas bersama berbagai elemen masyarat. 

Apel siaga kamtibmas 'Jaga Ibu Kota Jakarta Untuk Indonesia' menyambut bulan suci Ramadan 2026/1447 Hijriah ini, mengundang anggota persatuan Satpam, persatuan ojek online (Ojol), Satkamling, buruh, elemen organisasi masyarakat (Ormas), hingga dari kalangan pramuka dan pelajar. 

Apel ini juga  turut diikuti oleh Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Kalingga Rendra Raharja, dan seluruh pejabat utama Polda Metro Jaya.

"Kekuatan Jakarta sebagai Ibu Kota tidak hanya dilihat dari banyaknya gedung-gedung menjulang tinggi, melainkan juga budaya masyarakat yang tertib dan saling jaga," kata Kapolda Metro Jaya kepada wartawan, pada Sabtu (14/2/2026).

Baca juga: Komisaris LEB Minta Dibebaskan, Dakwaan JPU Mak Jelas

Dia katakan, pihaknya yakin bahwa kekuatan Jakarta karena warganya yang tertib, peduli, dan saling mau menjaga.

Dalam kesempatan ini juga, Irjen Asep menyampaikan lima pesan utama. Pesan-pesan ini disampaikan agar semua masyarakat bisa berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban menjelang bulan Ramadan 2026/1447 hijriah.

"Dalam menjelang bulan suci Ramadan, saya mengajak kita semua untuk bersama-sama memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban di lingkungan kita," ujar Irjen Asep.

Beberapa upaya yang dapat dilakukan bersama, katanya, adalah yang pertama, jadilah teladan ketertiban di lingkungan masing-masing. Patuhi aturan, hormati sesama, jaga sikap di ruang publik, serta jaga etika di ruang digital. 

Baca juga: Pemprov Lampung Dukung Penuh Langkah-Langkah Penegakan Ketertiban dan Hukum

Poin kedua, Irjen Asep meminta agar masyarakat menolak dan menghentikan penyebaran provokasi, hoaks, ujaran kebencian, serta ajaran kekerasan. Ia mengingatkan pentingnya menyaring informasi sebelum dibagikan dan pastikan kebenaran data sebelum mempercayainya.

"Yang ketiga, utamakan musyawarah dan komunikasi yang menyejukkan; apabila muncul persoalan, selesaikan secara bermartabat, hindari tindakan main hakim sendiri, dan kedepankan koordinasi dan komunikasi," tutur Irjen Asep

Sedangkan pesan selanjutnya yakni meminta masyarakat agar mengaktifkan kewaspadaan lingkungan melalui Satkamling, Pokdar Kamtibmas, serta jejaring keamanan setempat. Dia mengajak agar masyarakat melakukan pencegahan sejak dini terhadap potensi tawuran, konflik, maupun gangguan ketertiban lainnya.

Dan yang kelima, katanya, segera laporkan setiap indikasi gangguan Kamtibmas melalui kanal pelaporan yang tersedia agar dapat ditindaklanjuti secara tepat, cepat, dan akurat. 

"Hari ini, kehadiran kita menunjukkan bahwa Jakarta tidak dibiarkan berjalan sendiri. Ada 10.000 orang bahkan lebih yang siap menjadi penguat ketertiban di lingkungannya masing-masing," ucapnya.