HELOINDONESIA.COM - Viral di media sosial Twitter pemilik sebuah toko optik bernama KajaMata di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, mencurahkan kekesalannya lantaran usaha yang baru dibukanya selama dua bulan menjadi sasaran dua maling.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (22/7/2023) subuh sekitar pukul 04.40 itu hanya dalam 10 menit isi toko ludes digasak dua pencuri.
Dalam rekaman CCTV toko, terlihat dua pelaku orang datang menggunakan mobil Daihatsu Grandmax abu-abu terlihat sangat niat untuk menjarah hingga tak ada barang yang tersisa.
"Niat bener sampai bawa mobil tuh maling, dengan aksi mereka, seisi toko kami ludes tak bersisa," utas akun rafiuwibi seperti yang dilihat Heloindonesia.com pada Sabtu (22/7/2023).
Baca juga: 3 Tahun, Kejati Lampung Belum Dapat Pastikan Kasus Korupsi KONI
Akibat peristiwa itu, korban mengalami kerugian hingga mencapai Rp 150 juta. Korban harus kehilangan banyak barang berupa iPad, ratusan frame dan sunglasses, alat-alat, tempat sampah, tangga lipat, speaker, sampe termos masak air karyawan pun diangkut.
"Sampai saat ini kerugian kami mencapai 150 juta. Astagfirullah," keluh rafiuwibi.
Menurutnya, total kerugian ratusan juta udah pasti. Belum lagi kerugian secara mental.
"Namanya merintis. Baru usaha 2 bulan, eh dicuri abis-abisan," ucapnya sedih.
Baca juga: Di Depan Musisi, Ganjar Punya Visi Bangun Creative Hub di Seluruh Indonesia
Menurutnya, thread ini sengaja dibuatnya untuk ditujukan kepada Ormas yang bersangkutan atau polisi aja gak cukup buat bantu cari jalan yang solutif.
Yang membuatnya kesal, dari awal, pihaknya menggunakan jasa keamanan dengan ormas dengan membayar sekian ratus ribu perbulannya.
"Gak mau kami sebutkan nama organisasinya. Silakan berasumsi untuk "uang keamanan". Keamanan lho ya, bukan uang kebersihan. Ada lagi kalau uang kebersihan," tambahnya.
Ormas itu bilang, lanjutnya, dengan dengan membayar "uang keamanan" maka toko kecilnya akan di jaga, mengingat tingkat kriminalitas yang tinggi di pinggiran jalan dan mereka akan secara rutin check up.
Baca juga: Direktur Persebaya Menggugat Keputusan Sepihak Komisi Disiplin PSSI
Singkat cerita, selama 2 bulan berjalan usahanya normal, warga Pamulang dan sekitarnya juga banyak yang berkunjung.
Pihaknya baru mengetahui komplotan maling masuk pada pukul 09.45 WIB. Saat itu karyawannya menelpon kalau rolling door toko kebuka, barang-barang hilang semuanya.
"Para pelaku ini profesional banget dan kayaknya udah biasa. Dengan mudah mereka bisa bobol 2 gembok dan bobol pintu kaca dalam hitungan menit," tambahnya.
Korban pun memposting wajah pencurinya. Yang satu tidak terlihat jelas karena menggunakan masker.
Baca juga: 1.000 Pelari Siap Ramaikan Friendship Run Surabaya, Tawarkan Keindahan Landmark Alun-alun
"Mohon bantuannya jika teman-teman mengenali salah satu pelaku silahkan hubungi saya melalui DM," ucapnya.
Pada Sabtu ( 22/7/ 2023) pukul 18.00 WIB, korban sudah membuat laporan kei Polsek Pamulang dan sedang diproses oleh pihak kepolisian.
"Mohon doanya teman-teman. Sembari nunggu, kita rapihin lagi biar besok buka kembali. Come back stronger, gow!" tandasnya.
