Helo Indonesia

Muncul Penjualan Senjata Api Ilegal di Marketplace, Aparat Diminta Cepat Bertindak, Ditengarai Dibawa ke Papua

Rabu, 23 Agustus 2023 05:15
    Bagikan  
Senjata Api Ilegal
Foto

Senjata Api Ilegal - Densus 88 Antiteror Polri menangkap seorang pria terduga teroris berinisial DE (28). Densus mendapatkan senjata api ilegal. (Foto: ist)

HELOINDONESIA.COM - Terkait munculnya penjualan senjata api ilegal via  online di beberapa marketplace, kalangan DPR minta aparat penegak hukum (APH) cepat bertindak.

Hal ini sehubungan dengan tersangka DE, seorang Karyawan BUMN di PT KAI, yang memasarkan senjata api ilegal dengan menggunakan identitas palsu TNI AD, sehingga banyak pembeli yang tertipu. Tersangka sudah ditangkap Densus 88 Anti Teror, di Bekasi beberapa waktu lalu.

Menurut anggota DPR Lodewijk F Paulus, bila hal ini dibiarkan, maka akan dapat menimbulkan potensi kriminal dan lebih darai itu, akan sangat membahayakan kalaau senjata api illegal itu dijual ke KKB di Papua.

Yang sudah pasti, lanjutnya, namanya asenjata api illegal sudah pasti melanggar. Diduga keras, namanya senjata api ilegal untuk kegiatan kriminal.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Meraih Tiket Semifinal Piala AFF 2023.

“Ini harus ditindak tegas, sebab sudah pasti melanggar dan pasti untuk kriminal. Ini urusan senjata api illegal pasti untuk kriminal, sangat berbahaya kalau mereka jual ke Papua. Yang kena anak banga sendiri,” ujar Lodewijk, Wakil Ketua DPR itu, Selasa 22 Agustus.

Menurut dia, bagaimana pun di negeri ini ada undang-undang yang mengatur tentang kepemilikan senjata. Sehingga, diharapkan masyarakat tidak tergiur untuk membeli atau menjual senjata ilegal tersebut.

”Coba bayangkan, dari katakan senapan angin, itukan soal mudah kalau dia mau bertransformasi menjadi senjata api,” ungkap Lodewijk. Ini akan sangat berbahaya apabila senjata api beredar luas di masyarakat.

Baca juga: Batasi Hak Konstitusi Orang Lain, Gugatan Usia Capres-Cawapres Layak Masuk Museum Rakyat Indonesia

Dia mengungkapkan, hal itu sudah bisa dilihat contohnya, di Amerika seperti apa, sebentar-bentar ada penembakan. Nah kalau ini masuk atau diterima oleh orang-orang (tidak bertanggung jawab) itu ya, jadi bukan semata-mata kriminal lagi.

“Artinya mungkin awalnya masalah ekonomi, ini kan sudah masalah psikologis. Anak sekolah ditembak dan lain sebagainya. Itukan tidak bagus ya,”  tandas politisi Golkar itu.

Sebelumnya diberitakan, Densus 88 Antiteror menangkap karyawan BUMN di PK KAI, DE, sudah menjadi tersangka,  diduga terlibat kegiatan teroris. Dia bahkan terlihat penjualan senjata api ilegal, lewat dunia maya. Harganya pun tinggi, mencapai ratusan juta rupiah.

Baca juga: Tak Hanya Bikin Nyeri Tulang Belakang, Berikut Bahaya Tidur Tengkurap Bagi Kesehatan Anda

Kasus penjualan senjata api  ilegal marak dipasarkan di beberapa marketplace dengan harga tinggi Dalam memasarkan senpi ilegal tersebut, tersangka DE, menggunakan identitas palsu TNI AD, sehingga banyak pembeli yang tertipu.

Menurut Juru Bicara Densus 88 Antiteror Mabes Polri Kombes Aswin Siregar, dari hasil pendalaman yang dilakukan, DE melakukan kamuflase melalui toko daring tersebut dengan menjual mainan militer. (**)