LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Beras Bantuan Pangan Badan Pangan Nasional diduga ada yang tercecer tak sampai kepada yang berhak di tingkat kelurahan dan rukun tetangga (RT) di Kota Bandarlampung (Balam). Tiga warga mengeluhkannya ke Helo Indonesia.
"Saya sudah dapat barkot dari Badan Pangan Nasional yang diantar ketua rukun tetangga (RT) untuk pengambilan beras 10 kg selama 6 bulan sejak Januari lalu hingga Juni nanti," kata Timis Rita Wati (63).
Namun, bulan ini, Mei, dikofirmasi ke RT, dirinya tak dapat lagi beras 10 Kg/bulan/KK. Alasan pihak RT, berasnya sudah dialihkan ke yang lain, kata Rita, warga RT 06, Lk 1, Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjungkarang Barat, katanya, Jumat (10/5/2024).
Warga lain yang masih satu RT, Wiwik H (49) membenarkan beras sudah didapatkannya. Diakuinya, dua bulan terakhir semakin sulit, selip gak dapat alasan sudah dialihkan. Harus jemput bola, katanya.
Di tempat lain, ZN, warga RT 02, Kelurahan Segalamider, lain lagi. Dia beberapa kali telat mengambil jatah berasnya. Terakhir, jatah Mei ini, telat 2 jam, beras raib. Alasan pihak RT dan kelurahan terlambat dan sudah diberikan pihak lain.
"Aneh juga ya, padahal sudah ada barkot, kupon, kok bisa ya main alih, gak bisa telat gitu," katanya yang tak dapat haknya atas Beras Bantuan Pangan Badan Pangan Nasional dua bulan gara-gara telat, Januari, April, Mei ini.
Helo Indonesia berusaha konfirmasi via whatsapp ke RT 06 dan Lurah Sukajawa. Namun, walau sudah contreng dua, belum ada tanggapan atas keluhan warga. Beberapa warga lain juga mengeluhkan berbagai hal lainnya.
BANTUAN PANGAN
Bantuan pangan beras ini adalah salah satu dari sekian program bantalan ekonomi pemerintah kepada masyarakat berpendapatan rendah. Bantuan pangan beras ini dikelola sepenuhnya oleh Badan Pangan Nasional bersama Bulog.
Bantuan ini memang terlihat masif karena kita terus koordinasikan dengan baik bersama pemerintah daerah dan penyalurannya ke seluruh Indonesia,” tandasnya.
Bantuan Pangan Beras adalah program pemerintah berupa penyaluran beras yang bersumber dari stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog.
Program ini merupakan salah satu pemanfaatan CBP sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah.
Basis data penerima bantuan pangan beras yang digunakan di 2024 adalah dari data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang dikelola oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
Sasaran penerima sejumlah 22.004.077 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdiri dari kelompok desil 1 dengan jumlah 6.878.649 keluarga, desil 2 terdapat 7.474.796 keluarga, dan desil 3 sebanyak 7.650.632 keluarga.
Menurut laman resmi Layanan Data P3KE, apabila dilihat berdasarkan jumlah individu, maka total individu dari kelompok desil 1 sampai 3 tercatat mencapai 89.297.037 individu.
Detailnya antara lain desil 1 sebanyak 31.195.947 individu, desil 2 ada 29.719.175 individu, dan desil 3 sejumlah 28.381.915 individu.
Adapun besaran bantuan pangan beras sebanyak 10 kilogram (kg) beras per KPM per bulan. Dengan itu, per bulannya dibutuhkan total beras 220.040.770 kg dan diproyeksikan apabila terus disalurkan sampai Juni, artinya total kebutuhan beras untuk disalurkan ke masyarakat selama 6 bulan memerlukan stok CBP sejumlah 1,3 juta ton.
Sebagaimana diketahui, bantuan Pangan Beras ini telah terlaksana sejak awal tahun 2023 dalam 2 tahapan dan kemudian dilanjutkan lagi pada tahun 2024. Bantuan pangan beras di 2024 disalurkan mulai Januari sampai Maret dan dapat diperpanjang dari April sampai Juni dengan catatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih memungkinkan.
Sebagai operator pelaksana program ini adalah Perum Bulog melalui penugasan dari Badan Pangan Nasional. Dalam pendistribusian ke seluruh wilayah Indonesia, Bulog bekerjasama dengan PT Pos Indonesia (POS), PT Jasa Prima Logistik (JPL) yang juga merupakan anak perusahaan Bulog, dan PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT). (HBM)
-