HELOINDONESIA.COM - Beredar rekaman percakapan emosional antara Susi Pudjiastuti dgn Pendeta Karel Phil Erari mengenai pembakaran pesawat dan penculikan pilot Susi Air pada Selasa (16/5/2023).
Rekaman yang diunggah akun Twitter Partaisosmed itu dalam narasinya menyatakan video tersebut sekaligus membantah segala fitnah terhadap Susi dan pilotnya yang selama ini dilontarkan beberapa akun lainnya.
Dalam rekaman awal, Pendeta Phil meminta kepada Susi untuk menyampaikan pesan kepada Jokowi untuk segera menarik semua pasukan non organik dari Papua.
"Ditarik semua dan saya minta semua pimpinan gereja di pedalaman itu harus bertindak," demikian terdengar dari rekaman tersebut.
Menurut Susi kedatangan TNI itu untuk mengevakuasi Phil bukan untuk menyerang KKB.
Tim Kopassus itu, lanjut Susi, bukan untuk menyerang KKB. Tapi tim Kopassus itu siap bernegosiasi kalau tim karteng itu jadi negosiasi.
"Kenapa mereka menembaki pasukan yang mau evakuasi? Saya marah Pak Phil. Saya hampir 20 tahun terbang di Papua. Saya bantu masyarakat, tolong tanya di Mamit, saya bantu obat-obatan. Tangan saya cuci luka anak-anak orang Papua," paparnya.
Menurut Susi kalau dirinya cuma mau menyelamatkan pilotnya sendri (Susi Air) ia akan meminta TNI atau dirinya mengebom KKB.
Baca juga: Kasus Ketua RT Wawan Telah Dilimpahkan ke PN Tanjungkarang
"Saya marah," tegas mantan Menteri KKP ini.
"Saya pernah bertemu Daniel Kogoya dan Pangdam Cendrawasih saat itu Pak Zebua, beliau orangnya baik. Kenapa Egianus Kogoya menjadi orang biadab, bakar pesawat orang yang selama ini bawa makanan, bawa obat-obatan, semua yang dibutuhkan dan membawa orang Papua ke mana dibutuhkan," papar Susi.
"Apa dosa saya, apa salah saya. Saya marah sekali. Setelah tau mereka bunuh pasukan TNI yang tidak mau ngapa-ngapain," ucap Susi lagi.
Selain itu, lanjut Susi, pasukan TNI yang dikerahkan itu bukan pasukan tempur. Tapi mereka ditembaki.
Baca juga: Anak Stunting di Jakarta Mendapatkan Bantuan Rp 300 Ribu Per Bulan
"Tidak terpikirkan oleh Egianus Kogoya dan kawan-kawan bagaimana anak-anak muda itu ditembaki. Bagaimana dengan nasib istri dan anaknya di rumah," papar Susi.
Menurut Susi, sudah jelas bahwa kejadiannya tidak seperti yg diketahui banyak orang.
"Pasukan TNI itu disana dalam rangka negosiasi tapi ditembaki secara keji oleh KKB Papua," ujarnya lagi dengan nada tinggi.
Sambil menangis, Susi meluapkan kekecewaannya pada Phil.
Baca juga: Mahfud MD Bertemu Cak Imin di Pesawat, Ada yang Komentar Menohok Terkait Gus Dur
"Tidak adil! Kalian tidak adil kepada saya! Saya perempuan sendiri cari makan utk ribuan orang tapi kalian aniaya," ujarnya sambil terdengar tangisan Susi.
Egianus Kogoya (lahir 1999) adalah Panglima Komando Daerah Perang III Ndugama Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat yang merupakan bagian dari kelompok Organisasi Papua Merdeka.
Kelompok bersenjata yang dipimpin oleh Egianus Kogoya ini merupakan satu dari tujuh kelompok bersenjata yang masih aktif di Papua.
Diperkirakan kelompok ini terdiri dari sekitar 50 orang. Egianus merupakan putra dari Daniel Yudas Kogoya yang terlibat dalam penculikan tim Ekspedisi Lorentz (1996).
Baca juga: Kabur dari Rutan Polsek Raman Utara, Pencuri Ditangkap di Cianjur
Sementara itu aksi pembakaran pesawat dan penyanderaan pilot Susi Air di Bandara Paro terjadi pada 7 Februari 2023.