LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ---- Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) menetapkan Kota Bekasi, Jawa Barat, sebagai tuan rumah Kejurnas Muaythai Indonesia (Indonesia Muaythai Championships) 2026 dan Penataran Wasit/Juri dan Pelatih Muaythai Tingkat Nasional pada 4-9 Agustus mendatang. Kejurnas membidik Rekor MURI.
Keputusan eksekusi hasil Rakernas PBMI 2026, kalender even PBMI 2026 dan kebijakan Ketua Umum PBMI tersebut, menjadi bagian dari gebrakan awal program kerja PBMI 2026-2030 produk Munas 2026 di Bidakara Jakarta Selatan 10 April lalu, dibawah kepemimpinan Ketua Umum AA La Nyalla Mahmud Mattalitti dan Sekjen Azwan Karim.
Dalam surat penunjukannya ke Pengurus Kota (Pengkot) MI Bekasi tertarikh 20 April 2026 itu, PBMI mendasarinya dengan UU Nomor 11/2022 tentang Sistem Keolahragaan Nasional; Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16, 17, dan 18 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan, Kejuaraan, dan Pendanaan Keolahragaan; AD/ART KONI; AD/ART Muaythai Indonesia 2026, dan Surat Rekomendasi KONI Pusat.
"Kejurnas ini adalah program strategis PBMI dalam rangka memupuk, memelihara, dan mengembangkan pembinaan atlet secara bertahap, bertingkat, berkelanjutan, menuju prestasi emas Muaythai Indonesia pada single dan multi even nasional maupun internasional," terang La Nyalla.
Sedangkan Penataran Wasit Juri dan Pelatih Muaythai Tingkat Nasional, merupakan suatu kegiatan terstruktur dan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi, samakan persepsi, memastikan seluruh wasit/juri, pelatih Muaythai memiliki kualifikasi yang sesuai dengan standar PBMI dan International Federation of Muaythai Association (IFMA).
Terkait, sang ketum didampingi Waketum Evi Silviadi dan Ketua Pengkot MI Bekasi, Ardianto serta jajaran meninjau sejumlah venue yang akan digunakan, Rabu (22/4/2026).
Peninjauan memastikan kesiapan sarpras dilakukan di GOR Bang Yan, GOR yang diambil dari sapaan tenar mendiang tokoh olahraga setempat: Abdul Rosyad Irwan S, diresmikan Walikota Tri Adhianto 27 September 2025 sebagai apresiasi kiprah dan dedikasi almarhum bangun fondasi olahraga kota ini, diabdikan sebagai pusat pelatihan atlet dan terbuka bagi umum sebagai ruang pembinaan dan aktivitas olahraga, direncana jadi venue utama Kejurnas Agustus.
Rombongan juga mengunjungi Asrama Haji Bekasi yang akan dipakai jadi tempat pelatihan wasit, juri, serta pelatih.
Beriringan, keputusan Ketum La Nyalla mantap beri amanat Pengkot MI Bekasi tuan rumah, diapresiasi. Kepercayaan seiring capaian konsisten prestasi torehan Pengkot sini. Beberapa even sukses juara umum, perkuat posisi Bekasi jadi salah satu daerah unggulan gudang prestasi Muaythai.
Kunjungan La Nyalla turut menjadi momentum memastikan kesiapan daerah sekaligus memotivasi atlet dan pengurus agar terus mencetak prestasi nasional pun internasional.
"Kami berkomitmen menyukseskan hajat nasional ini," ujar Ketua Penyelenggara, Azhar Adam, milenial jebolan SDN 5, SMPN 59 dan SMUN 5 Jakarta, S1 Manajemen Transportasi Darat Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti, S2 Manajemen Ilmu Administrasi UM Jakarta, Wasekjen PB HMI 2010–2012, TA FPG DPR 2019–2024, Wasekjen DEPINAS SOKSI dan pengurus DPP LPM 2020–2025, Kabid DPP AMPI 2021–2025, Sekretaris BSN Partai Golkar 2020-kini itu.
"Dan kami menargetkan Kejurnas nanti dapat mencetak Rekor MURI dengan melibatkan sekitar 1.000 peserta dari 38 provinsi," ujar dia.
Adapun, Ketua Pelaksana, Reyhan Mazary, menegaskan pencapaian dalam olahraga merupakan hasil pembinaan berkelanjutan. Ajang ini menjadi kontribusi nyata insan olahraga mendukung program Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dalam memajukan sektor olahraga daerah.
Pemkot Bekasi sendiri positif menyambut. Penunjukan jadi tuan rumah dinilai sejalan visi menjadikan Bekasi sebagai sport city sekaligus pusat industri olahraga di Indonesia. (Muzzamil)