HELOINDONESIA.COM - Harun Masiku masih tetap lekat dalam ingatan publik. Tokoh politik dari parpol besar itu kabur setelah menjadi tersangka kasus korupsi, dalam hal ini suap.
Pihak Polri sudah mengungkapkan bahwa keberadaan Harun Masiku sudah terendus, berada di Indonesia, aneh bin ajaib kok belum ditangkap. Namun kabar lain kemudian menyatakan bahwa buron itu sudah kabur lagi ke luar negeri.
Ini yang membuat publik mulai kehilangan kepercayaan. Netizen Nazlira Alhabsy (@Naz_lira) menyatakan, rasanya kok aneh ya, korupsi dalam kasus suap yang jelas-jelas sudah DPO (Dalam Pencarian Orang) alias buron, seperti Harun Masiku ini bertahun-tahun belum bisa ditangkap oleh aparat hukum.
Dan menurutnya, tak ada “Ketegasan” apapun dari Presiden pada Kapolri dan Jaksa Agung. Presiden Jokowi tidak memberi ultimatum tenggat waktu kepada Kapolri atau Jaksa Agung untuk menangkap Harun Masiku.
Baca juga: Pep Guardiola Menyatakan Perang Melawan FIFA dan UEFA
“Padahal itu memang posisi dan waktu yang tepat dan pantas untuk Presiden cawe-cawe, karena Presiden membawahi langsung Polisi dan Kejaksaan,” ungkap Nazlira.
Menurutnya, jika saja Presiden berkata, “Saya akan copot Kapolri dan Jaksa Agung jika dalam waktu 3 bulan tidak mampu menangkap Harun Masiku!!”, mungkinkah dengan ultimatum itu Harun Masiku masih bisa melenggang bebas..?
Tak kalah aneh juga para politisi senior yang biasanya kritis dan paling getol memamerkan kekritisannya, tiba-tiba “Gagu Berjama’ah” dengan fenomena Goibnya Harun Masiku.
Baca juga: PKS Sebut, Biar Jamaah Cerdas, Tempat Ibadah Boleh untuk Pendidikan Politik
Kemana suara Irma Suryani Chaniago..? Mengapa tidak mengkritik Presiden Jokowi sekeras mengkritik Rocky Gerung..?
Kemana suara bung Adian Napitupulu, Arteria Dahlan dan Masinton Pasaribu yang selalu berapi-api ketika mengkritisi SBY..?, mengapa kini padam pada ketidak mampuan Presiden Jokowi memimpin aparatnya..?
“Kemana lantangnya suara bang Fahri Hamzah yang selalu mengGelora ketika ada “kemustahilan” dalam pemerintahan..?, mengapa kini menjadi redup pada Presiden Jokowi yang hingga diujung berakhirnya masa jabatan ternyata gagal mengerahkan aparatnya menangkap Harun Masiku..?” katanya.
Kalau masyarakat dan para wakilnya sudah terbiasa dengan hal-hal “aneh bin ajaib” tanpa sedikitpun ekspresi yang menyiratkan keanehan, maka bukanlah suatu keajaiban, jika perilaku yang paling ekstrim dan mengusik nalar sekalipun bisa terjadi di negeri ini tanpa ada kritik, protes, apalagi perlawanan. (**)