HELOINDONESIA.COM - Jatuhnya helikopter Bell 212 yang ditumpangi Presiden Iran menyita perhatian dunia.
Rakyat Iran pun berduka dengan kepergian Presiden Ebrahim Raisi.
Raisi yang dikenal dengan popularitasnya sangat tinggi di negara tersebut, diketahui telah memenangkan pemilu pada tahun 2021 dengan 62% suara.
Bagi masyarakat Iran, Raisi dikenang sebagai orang yang adil dalam perannya sebagai Jaksa Agung dan Ketua Mahkamah Agung.
Jatuhnya helikopter yang ditumpangi Raisi menimbulkan banyak spekulasi. Apalagi, helikopter yang ditumpanginya itu jenis heli yang sudah tua.
Baca juga: Soal Makam di Mrebet yang Dibongkar Orang Tak Dikenal, Polisi Beri Penjelasan
Yang jadi pertanyaan, sekelas presiden apalagi Iran, seakan tidak ada protokol keamanan khusus yang ketat tentang penerbangan presiden menggunakan helikopter.
Pemerhati militer pemilik akun @RandomWorldWar dalam postingannya pada Senin (20/5/2024) mengaku tidak paham bagaimana sitrep sebelum kejadian.
“Namun jika kita lihat, Iran nyatanya masih menggunakan helikopter tua, yang notabene heli yang "biasa saja" juga, untuk menjadi sarana transportasi presiden mereka, walau pun ini "dikawal" oleh 2 unit helikopter lainnya,” paparnya.
@RandomWorldWar tak menampik adanya sabotase bila melihat adanya kejadian itu.
“Melihat banyaknya dugaan sabotase atau serangan eksternal yang menyebabkan helikopter Presiden Iran jatuh, saya langsung teringat ke peristiwa jatuhnya pesawat DC-6,” tulisanya.
Baca juga: 4 Aplikasi Chat Penghasil Uang, Dapat Teman Dapat Cuan
DC-6 membawa SekJen PBB, Dag Hammarskjöld. Terdapat dugaan pesawat dibabat oleh senapan mesin berat.
Dari pesawat Fouga CM.170 Magister atau Dornier Do-28A yang diawaki oleh pilot Katanga, pesawat terbakar, dan kemudian jatuh pada 18 September 1961.
“Bahkan sampai detik ini, kejadian 63 tahun yang lalu tersebut masih menjadi salah satu kasus "dingin" yang diselimuti banyak konspirasi,” tambahnya.
Kenapa Presiden Iran naik helikopter Bell 212 yang notabene buatan Amerika Serikat tentu saja menjadi pertanyaan.
“Padahal Iran itu kan "raksasa militer" di kawasannya. Lewat pertanyaan dan juga pernyataan tadi, sepertinya banyak netizen Indonesia yang lupa atau bahkan tidak tau kalau Iran pernah dekat dengan Amerika Serikat.
Baca juga: Desa Sendangasri Rembang Berjaya di Jambore Pokdarwis Tingkat Jateng
“Bahkan bisa dibilang "bestie" untuk kepentingan nasional Iran, maupun Amerika Serikat saat masa kepemimpinan Shah Mohammad Reza Pahlavi.
“Amerika Serikat memberikan akses agar Iran bisa memiliki alutsista tercanggih mereka pada saat itu dan Iran masih merawatnya sampai sekarang,” tambahnya.
Karena jumlahnya juga sangat banyak, dan mungkin Iran merasa alutsista Amerika Serikat mereka masih cukup capable, lanjutnya, industri militer dalam negeri Iran pun banyak melakukan reverse engineering alutsista Barat, yang pada akhirnya Iran akui sebagai "buatan Iran"
Keheranan lainnya, Iran menghabiskan miliaran dolar untuk mengembangkan sistem pertahanan mulai drone, tank, dll, presidennya malah pakai heli itu tua.
