Helo Indonesia

Pesan Kemenkes Sehat Secara Holistik dan Preventif: Mengubah Paradigma Medis ke Paradigma Wellness

M. Haikal - Ragam -> Kesehatan
Selasa, 4 Februari 2025 20:14
    Bagikan  
Kesehatan Holistik
Foto: pexels

Kesehatan Holistik - Jadi untuk menjadi sehat bukan lagi menjadi tanggung jawab dokter atau rumah sakit. Tapi sehat seterusnya secara preventif dan holistik.

HELOINDONESIA.COM -Bagaimana kita mengubah mengubah paradigma dari kesakitan atau atau illness ke wellness The Holistic View.

Jadi untuk menjadi sehat bukan lagi menjadi tanggung jawab dokter atau rumah sakit. Tapi sehat seterusnya secara preventif dan holistik.

Demikian paparan Prof dr Purnawan Junaedi dari Perhimpunan Dokter Anti Penuaan Wellness Estetik dan Regeneratif (Perdaweri) seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Selasa (4/2/2025).

"Kebetulan memang saya ada beberapa organisasi yang berkaitan dengan wellness, di antaranya Perhimpunan Dokter Anti Penuaan, Estetik dan Regeneratif (Perwedari)," ungkapnya.

Baca juga: Hujan Angin Bandarlampung, Sedikitnya 11 Pohon Tumbang di 8 Lokasi Ini

Prof dr Purnawan mengatakan jadi ruang lingkup dari Perdaweri adalah tentang wellness.

"Jadi meskipun kita semua anggota adalah dokter, tapi kita juga berkaitan dengan ruang lingkup yang jauh lebih besar dan juga digeluti oleh berbagai organisasi wellness yang memandang semua kesehatan dari segi preventif dan holistik.

Perdaweri merupakan perkumpulan yang bergerak di bidang anti aging (anti penuaan). Prof dr Purnawan sendiri dari sudah menjadi anggota sejak tahun 2000-an.

Dan Perwedari sendiri saat ini sudah resmi menjadi perhimpunan yang berada di bawah naungan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Baca juga: Polda Jateng Ungkap Kasus TPPO di Objek Wisata Gunung Kemukus Sragen

Dia menegaskan bahwa wellness merupakan tema dari Kemenkes bagaimana fokus ke preventif,.

"Tapi saya ingin meluaskannya bagaimana kita mengubah paradigma dari illness menjadi wellness. Bagaimana kita mengubah dari treatment paradise dari prinsip-prinsip pengobatan menjadi wellness paradise," tuturnya.

Menurutnya, wellness ini bukan sekadar bebas dari penyakit, tapi wellness itu kontinyu sampai ke yang paling high level.

"Jadi seorang bisa berfungsi secara keseluruhan di dalam masyarakat khususnya di Indonesia, bahkan masyarakat dunia.Tingkat awalnya preventif dan tingkat akhirnya kuratif," ungkapnya.

Baca juga: Eksekusi Lahan Madrasah Aliyah Raudhatul Irfan Dibatalkan, Pihak Sekolah Bersyukur

Soal kesehatan, Prof dr Purnawan mengatakan bahwa selama ini
memang menghabiskan biaya kesehatan di treatment, termasuk di BPJS sudah habis biayanya untuk pengobatan-pengobatan.Termasuk menghabiskan biaya yang dihimpun melalui JKN.

"Jadi bagaimana kita bisa bergerak dari teritory prevention, secondary prevention sampai ke primary prevention.Minimal bagaimana kita bisa mendeteksi dini dan itu bukan hanya pekerjaan dokter, tapi juga pekerjaan mereka yang bergerak di bidang wellness dan spa ," jelasnya.

Lebih penting lagi, sambung Prof dr Purnawan, bagaimana kita bisa memberikan informasi tentang menjaga kesehatan ke arah lebih wellness dan bagaimana kita melakukan usaha-usaha khusus supaya kita tetap dalam kondisi sehat.

Pertama, dia pun mengutip cita-cita WHO ketika mendefinisikan kesehatan. Menurut WHO, kesehatan adalah situasi yang lengkap, mulai dari kesehatan fisik, mental dan sosial dan well being.

Baca juga: Pesawat Latih Mendarat Darurat dan Terbalik di Muncar, Nihil Korban

"Jadi tidak hanya bebas dari penyakit. jadi ini cita-cita mulia. Karena kebanyakan negara hanya memikirkan masalah bisnis. Memang ada sebagian negara sudah mulai ke arah mental. Kalau kita mau ke arah sosial mau tidak mau kita harus memandangnya dari segi holistik dan mengikutsertakan berbagai keahlian dari penduduk Indonesia.

Kedua, kesehatan yang lengkap dan itu adalah hak setiap manusia, apapun suku agama dan rasnya. Itu hak fundamental yang tidak boleh dibeda-bedakan di dalam negeri kita," terangnya.

Ketiga, kesehatan itu menjadi sumber dasar supaya orang bisa aktif membangun negara ini ya Baik itu dari segi fisik, mental dan sosial.

"Ini cita-cita mulia, Holistic View yang harus kita wujudkan dari sekaran. Wellness sendiri apa definisinya? Tapi kalau dilihat wellness itu multidimensi. Jadi lebih dari global. Jadi wellness itu bagaimana kita secara aktif melakukan kegiatan sebagai lifestyle. sehingga kita bisa menjadi sehat secara holistik," urainya.

Baca juga: Mendagri Tanda Tangani Kerja Sama Pengawasan Penyelenggaraan Perizinan di Daerah

Ditegaskan Prof dr Purnawan, ini dua kata yang paling penting, dua fungsinya adalah aksi dan kita harus secara aktif membangun diri kita dan berpikirnya adalah holistik.

"Wellness sendiri sebuah kontinyu. Nah barangkali yang paling penting bisa bergerak dari paradigma medik ke paradigma wellness.Wellness itu tidak hanya persoalan lain-lain. Kita harus aktif membangun wellness. Sehingga tidak merasa lebih baik tapi memang kita harus secara aktif dalam kondisi yang baik, tidak hanya mengobati penyakit yang bisa keluar dari bagaimana kita bisa terus meningkatkan kesehatan kita," tandasnya.