HELOINDONESIA.COM -Jamu memang minuman tradisional. Tapi bisa dibuat menjadi moderen.
Seperti kopi misalnya, jamu juga bisa diolah menjadi minuman yang memiliki nilai jual tinggi.
"Jamu itu berawal dari kata bahasa Jawa kuno, yakni Jampi Usodo. Artinya doa untuk kesehatan," ujar Arif Eka Wardana, Pelaku Usaha Minuman Rempah-rempah yang dikemas secara moderen seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Jumat (21/20/2025).
Dikatakan Arif, jamu bukan sekadar minuman semata. Tapi terdiri dari beras kencur, kunyit, asem, jahe dan sereh.
Baca juga: Kasad Pimpin Sertijab Pangdam II/Swj
"Karena artinya doa untuk kesehatan, jadi membuat jamu pun harus dengan doa. Kalau zaman kerajaan Majapahit itu doa berupa mantera," terangnya.
Pada jaman itu, menurutnya, ada tujuh pekerja yang memang ditugaskan untuk membuat jamu, khusus untuk jamuan tamu kerajaan.
"Kerjaan mereka meracik. Tugas tersebut dinamakan Acaraki. Jaman dulu, salah satu prosesi membuat jamu, para punggawa harus berpuasa selama 40 hari," terangnya.
Nah, jadi selama proses pembuatan jamu untuk tamu kerajaan, minuman sehat itu sudah dipersiapkan 40 hari sebelumnya.
Baca juga: Meski Kurang Fit, 19 Kepala Daerah Semangat Ikuti Retreat Pembekalan di Magelang
"Menjamu saudara, menjamu teman-teman, kan enggak mungkin cuma dikasih kunyit, asem, beras kencur. Di situ ada makanan, ada snack enggak ada uang," jelasnya .
Menurut penelitian kalau minum jamu itu nggak bisa belang bentong. Harus rutin.
"Jadi jangan salahkan pembuat jamunya. Mungkin sudah dibilang bahwa campuran jamu dari kunyit, jahe, asem dan sebagainya bisa menjadi imune booster. Tapi kalau cuma sekali-kali gak pengaruh, harus rutin setiap hari," paparnya.
Dia mencontohkan mantan Presiden Joko Widodo yang memiliki chef pribadi
untuk dibikinkan jamu.
Baca juga: Hastag #Hastobiangkerok Menggema di Media Sosial Pasca Hasto Kristiyanto Ditahan KPK
"Itu menjadi kunci utama keberhasilan untuk sehat. Teknik untuk sehatnya seperti minum kopi, hampir tiap hari," ujarnya.
Sebagai pelaku usaha jamu moderen, Arif mengatakan bahwa ia
benar-benar mengontrol bahan baku kita dari hulu hingga Ilir.
"Sehingga petani yang kita kita bina menghasilkan kunyit, jahe dan kencur yang baik dan juga memang di kita sendiri sudah tersertifikasi organik," terangnya.
Sehingga mulai proses penanaman hingga proses pembuatan benar-benar terjaga dan diawasi.
Baca juga: Wanita Tewas Bersama Mobilnya Terseret Arus Banjir di Campang
Yang menarik, ternyata dalam proses pembuatan jamu moderen itu, dalam proses ga kunyit tidak dikupas kulitnya.
"Di kulit dari umbi jahe kencur, mengandung minyak atsiri. Sehingga ketika kalau dikupas akan kehilangan minyak atsirinya. Dengan catatan harus bersih dicuci dengan bersih agar hilang bakteri dan sisa-sisa tanah-tanahnya," ujarnya.
