PRINGSEWU LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono impresif saat anjangkarya ke Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Dia menyerahkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) via Sentra Handayani Jakarta senilai Rp1.036.411.418 kepada warga.
Jabo juga meninjau lansia membatik, memonitor distribusi bantuan ATENSI, beramah tamah dengan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kementerian Sosial yang bertugas di Bumi Jejama Secancanan, Kamis (11/6/2026). Dia sempat melontarkan celetukan penyemangat, "tolak bala tolak miskin."
Kehadiran Wamensos Agus Jabo Priyono didampingi staf, dan kepala Sentra Handayani Jakarta Hisyam Cholil, turut disambut hangat Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas dan Wabup Umi Laila serta jajaran Pemkab dan DPRD setempat.
Wamensos karib disapa Gus Jabo ini bilang, pemberian bantuan dirangkai peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 itu merupakan bentuk kolaborasi pemerintah pusat dan daerah demi peningkatan kesejahteraan rakyat wabil khusus kelompok rentan dan kurang mampu.
Pemerintah, ujar dia, berkeinginan supaya seluruh rakyat Indonesia sejahtera melalui berbagai program dijalankan.
"Selain Makan Bergizi Gratis untuk anak-anak, balita, ibu hamil dan menyusui, ke depan kami upayakan agar lansia dapat menikmati manfaat program tersebut,” ujar mantan aktivis prodemokrasi Indonesia sejak dekade 80-an, juga Ketua Umum DPP Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) ini.
Tidak hanya itu, pemerintahan Prabowo-Gibran juga terus gaspol mengebut sejumlah program unggulan nasional lainnya, mulai dari Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan, hingga Sekolah Rakyat yang sediakan pendidikan gratis berasrama bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Momen bersahaja Jabo hadirkan saat berdialog dengan warga penerima. Menolak formal, kepada seorang nenek penerima bantuan sepeda roda dua, Gus Jabo bertanya sejumlah hasil tanaman obat keluarga (toga) yang ditaruh di keranjang depan stang, hendak digunakan untuk apa.
Si nenek spontan menjawab, "untuk bikin jamu."nGus Jabo spontan pula melanjutkannya dengan celetukan, "ini ada jahe, tolak angin, tolak bala, tolak miskin," guraunya disahuti tawa kecil bupati, bahkan Wabup Umi spontan terkekeh.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas melaporkan, berdasar Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) 2026, total jumlah populasi penduduk kabupaten dipimpinnya mencapai 451.586 jiwa atau setara 144.262 kepala keluarga (KK). Sebanyak 241.740 jiwa di antaranya, masuk kategori Desil 1 hingga Desil 5.
Adapun hingga triwulan I 2026, bantuan sosial bersumber APBN tersalur mencapai Rp50,56 miliar. Meliputi bansos Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 16.552 keluarga penerima manfaat (KPM), bantuan sembako untuk 32.173 KPM, program bantuan ATENSI bagi 441 penerima manfaat, serta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional sebanyak 171.853 jiwa.
Khusus untuk program bantuan ATENSI tahun 2026 ini, target 1.000 penerima manfaat dengan total bantuan sekitar Rp1 miliar. Selain pemenuhan kebutuhan dasar, bantuan diberikan berbentuk sarana usaha dan modal usaha bagi kelompok rentan termasuk penyandang disabilitas.
Berbagai program sosial dan pemberdayaan ini berkontribusi menurunkan angka kemiskinan di kabupaten kami. Data BPS, angka kemiskinan turun dari 8,32 persen di 2024 jadi 7,6 persen akhir 2025.
Capaian menempatkan Kabupaten Pringsewu daerah dengan penurunan angka kemiskinan terbaik kedua di Provinsi Lampung,” bebernya.
Bupati latar pengusaha sukses kopi ini melaporkan pula, Pemerintah Kabupaten setempat Pringsewu juga terus mengembangkan program hilirisasi singkong menjadi produk turunan berupa Modified Cassava Flour (Mocaf), sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Selain itu, saat ini kami selaku pemerintah daerah juga tengah mengupayakan hibah lahan seluas lima hektar milik Pemerintah Provinsi Lampung untuk mendukung program pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Pringsewu," pungkas Bupati yang juga Korwil Lampung Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).
Seturut, Hisyam Cholil dalam kesempatan tersebut bilang, program ATENSI Kemensos memiliki peran strategis dalam memperkuat jaring pengaman sosial sekaligus mendorong kemandirian penerima manfaat. "Kami tentunya berharap agar bantuan diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal, berdampak positif bagi kesejahteraan rakyat," asa Hisyam.
Diinformasikan, selain Pringsewu, Gus Jabo beranjangkarya senada ke Lampung Timur. Di Lampung ini kunjungan kedua dia, usai kunker perdananya menyerahkan bantuan tanggap darurat tahap awal senilai Rp888,2 juta disusul tahap lanjut senilai Rp1,4 miliar bagi warga penyintas bencana banjir di Bandarlampung dan Pesawaran medio Januari 2025 lalu. (Muzzamil)
