LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -----Gejalanya mirip Covid-19 diduga sudah sampai ke Lampung saat ini. Warga ramai berobat dengan gejala demam, batuk, kelelahan, nyeri otot , sakit kepala, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, serta mual.
Menurut seorang wartawan yang isteri dan adik iparnya mengalami gejala mirip Covid 19: nyeri persendian dan terasa hendak flu. Namun, indera penciuman masih baik.
Menurutnya, tak hanya dirinya dan keluarga, para tetangganya juga merasakan sakit dengan gejala yang mirip dengannya."Tetangga juga mengalami hal yang sama," katanya saat berobat ke rumah sakit dekat rumahnya: Beleza,
Dikonfirmasi, Kadis Kesehatan Kota Bandarlampung Muhtadi A.Temenggung mengatakan belum ada pernyataan resmi dari Kemenkes terkait penyebaran Covid Jilid II. Dia memperkirakan akibat perubahan cuaca.
Muhtadi A.Temenggung menghimbau kepada masyarakat banyak-banyak minum air putih dan konsumsi vitamin, kurangi tidur larut malam. "Imum seseorang itu beda-beda," ujarnya, Sabtu (13/9/2025).
Lamanya terserang bermacam-macam, ada yang tiga hari sampai empat hari namun ada juga yang seminggu lebih baru sehat kembali.
Kepala Dinas Provinsi Lampung belum lama pulang dari Jakarta mengalami flu yang tidak seperti biasanya. Ada juga satu keluarga,awal suaminya, lanjut ke istrinya,dan anak-anaknya.
Kadis Kesehatan Kota Bandarlampung Muhtadi A.Temenggung mengatakan, belum ada pernyataan resmi dari Kemenkes terkait isu penyebaran covid jilid II,tidak itu, ini hanya pancaroba,pergantian cuaca.
Himbaunnya kepada masyarakat,dimana cuaca seperti ini, banyak-banyak minum air putih dan konsumsi vitamin,kurangi tidur larur malam.karena imum seseorang itu beda-beda.
Dari penelusuran Helo Indonesia, ada beberapa gejala COVID-19 baru atau varian yang mulai muncul yang berbeda sedikit dari gejala klasik, meskipun masih mirip flu dan infeksi saluran pernapasan ringan.
Beberapa gejala yang cenderung lebih menonjol atau sedikit berbeda dibandingkan Covid-19, tenggorokan sangat sakit, terkadang digambarkan seperti “razor blade” (tenggorokan perih tajam)
Suara-serak atau kehoarsean
Hilangnya atau perubahan indera penciuman dan perasa (“loss of taste or smell”) — tapi tidak setinggi dulu; kadang muncul, kadang tidak. Gejala gastrointestinal ringan dalam beberapa kasus: mual, kehilangan nafsu makan, diare
Gejala sekarang agaknya lebih ringan dibanding masa awal pandemi, terutama karena sebagian besar orang sudah divaksin atau pernah terinfeksi sebelumnya, jadi sistem kekebalannya sudah lebih siap.
Lebih mirip flu biasa atau pilek; kadang tidak terlalu parah sampai butuh rumah sakit kecuali pada kelompok rentan (lansia, orang dengan penyakit penyerta). Gejala berat seperti sesak napas, pneumonia, kehilangan kesadaran atau gejala darurat lainnya semakin jarang. (Hajim)
