Helo Indonesia

Kombinasi Relaksasi dengan Terapi Medis Cegah Nyeri yang Berakibat Kematian

M. Haikal - Ragam -> Kesehatan
Selasa, 14 Oktober 2025 23:31
    Bagikan  
Etnowellness
Foto: gayaspawellness

Etnowellness - Training berbasis online menjadi cara efektif dalam pelatihan terapi etnowellness nusantara.

HELOINDONESIA.COM - Relaksasi terapi medis yakni teknik menggabungkan antara pijat relaksasi dengan terapi medis.

"Jadi ini menggabungkan antara relaksasi dan terapi medis memang harus ada satu kasus yang mewakili keduanya, ujar dr Wanarani Aries, pakar aromaterapi seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Selasa (14/10/2025).

Menurutnya, ketika mengacu pada jurnal pendukung maka bicara pijat itu untuk nyeri.

"Ada satu lagi disebutkan karena kondisi nyeri seringkali terjadi dan bisa juga menjadi penyebab penyakit dan kematian," jelasnya.

Baca juga: Sabet Empat Tiket Semifinal, Tarung Derajat Jateng Jaga Asa Raih Emas PON Bela Diri 2025

Dikatakan dr Wanarani Aries, ada beberapa pendekatan terapi nyeri. Di antaranya bisa pakai obat-obatan atau pembedahan.

"Kita juga ada non farmakologi. Misalnya dengan komplementeri seperti modalitas komplementary, ada pijat dan akupuntur juga mind body method," paparnya.

Ditambahkan dr Wanarani Aries, therapeutic massage juga menjadi salah satu modalitas.

"Selain itu, sudah ada lebih dari 300 clinical trial, dosen systematic review.

Baca juga: Purnama Wulan Sari Mirza Dorong Kolaborasi Organisasi Wanita, Perkuat Sinergi di Era Digital

Berikut beberapa teknik pijat yang dilakukan terapis yang sudah berlisensi.

Pertama, Deep tissue massage. Ini adalah jenis terapi pijat yang fokus pada lapisan otot yang lebih dalam dan jaringan ikat.

Tujuan utama teknik ini adalah untuk mengurangi rasa sakit, kekakuan, dan meningkatkan mobilitas tubuh dengan cara memecah adhesi atau titik-titik yang tegang pada otot dan jaringan ikat.

Kedua, sport massage.

Sport massage adalah teknik pijat yang dirancang khusus untuk mendukung individu yang terlibat dalam aktivitas fisik secara teratur. Tujuan utama dari sport massage adalah untuk membantu mempersiapkan, memulihkan, dan mencegah cedera pada otot yang sering kali terjadi pada atlet dan mereka yang aktif secara fisik.

Baca juga: Tinjau SRMA 32 Lampung Selatan, Menko AHY dan Wagub Jihan Pastikan Fasilitas Pendidikan Siap

Teknik ini menggunakan berbagai metode manipulasi otot dan jaringan lunak untuk meningkatkan kinerja, fleksibilitas, dan mengurangi risiko cidera.

Sport massage dapat dilakukan sebelum, selama, atau setelah aktivitas fisik untuk membantu meningkatkan performa dan mengurangi kelelahan otot.

Ketiga, chair massage.
Chair massage adalah jenis pijat yang dilakukan dengan orang yang duduk di atas kursi khusus yang dirancang untuk pijat.

Pijat ini biasanya berfokus pada bagian leher, bahu, punggung, dan kepala untuk mengurangi stres dan ketegangan otot.

Baca juga: FH Unila Gelar Seminar Nasional, Hadirkan Tokoh Penting Mulai dari Ahmad Doli Kurnia hingga Dr. Wendy Melfa

Keempat, traditional massage. Ini adalah teknik pijat yang telah digunakan selama berabad-abad untuk melepaskan ketegangan otot, meningkatkan sirkulasi darah, dan mengurangi stres.

Di Indonesia, kita memiliki berbagai jenis pijat tradisional seperti Pijat Tradisional Indonesia atau Pijat Jawa yang menggunakan minyak khusus dan gerakan lembut untuk meredakan kelelahan dan meningkatkan kesehatan tubuh.

Ada lima belas teknik pemijatan dalam etnaprana nusantara (ETNA) yang merupakan tradisi dalam menjaga kesehatan dan kebugaran dari beragam suku bangsa di Nusantara.