Helo Indonesia

Indonesia Berada di Peringkat 17 Pasar Turis Wellness di Asia, Pakar Kebugaran Tradisional: Target IWTIF jadi No 1

Helo Indonesia - Ragam -> Kesehatan
Rabu, 22 Maret 2023 11:36
    Bagikan  
Indonesia Berada di Peringkat 17 Pasar Turis Wellness di Asia, Pakar Kebugaran Tradisional: Target IWTIF jadi No 1

Kusuk Massage menjadi salah satu unsur budaya Batak yang menjadi potensi Ethno Wellness di tanah air.(ist)

JAKARTA, HELOINDONESIA.COM - Paska pandemi membuka peluang Indonesia dalam mengembangkan destinasi wisata kesehatan bagi turis mancanegara.

Selain itu, destinasi wisata dalam bentuk ethno wellness ini bisa  menambah pundi-pundi keuangan negara dari para turis yang datang ke Indonesia.

Dengan tercatatnya 700 suku bangsa, salah satu yang bisa menjadi daya tarik turis mancanegara adalah budaya kebugaran etnik atau ethno wellness.

Ethno Wellness merupakan tradisi kesehatan tradisional yang hampir dimiliki tiap suku di tanah air.

"Bayangkan, ada 700an suku di Indonesia. Dan ini peluang yang sangat bagus dalam mengembangkan daya tarik wisata tanah air," ujar pakar kecantikan Agnes Lourda Hutagalung saat diwawancara terkait rencana pagelaran Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) yang akan digelar pada bulan September mendatang pada Selasa (21/3/2023).

Namun, lanjut pakar kesehatan tradisional ini,  baru sekitar 15an ethno wellness yang dikembangkan pemerintah sebagai destinasi wisata sehat Indonesia.

Lourda mengungkapkan bahwa kekayaan budaya tanah air menjadi salah satu peluang untuk mendatangkan banyak investasi ke tanah air.

"Karena itu, kita perlu gencarkan sumber-sumber daya potensial dalam kebudayaan ke dunia Internasional. Selain saya tarik wisata, kebugaran etnik atau ethno wellness bisa menjadi unggulan," ujar

Lourda mengaskan, saat ini  Indonesia menempati peringkat ke 17 dari aspek wellness tourism market di Asia.

"Masih kalah dengan beberapa negara lainnya. Namun peluang ini masih sangat terbuka. Dengan jumlah ratusan etnis, tentu saja membuka jalan bahwa budaya kebugaran tanah air sangat-sangat lebih banyak ketimbang negara-negara di Asia, bahkan di dunia. Harusnya Indonesia nomor satu," papar Lourda, yakin.

Karena itu, Lourda akan menggandeng banyak stakeholder untuk menggencarkan promosi kebugaran etnik ke mancanegara.

"Wellness tourism ini akan kita jadikan sebagai platform untuk  mempromosikan  inclusive business," ujarnya.

Selain kebugaran, menurut Lourda, IWTIF juga akanengintegrasikan sumber daya wellness tourism di desa wisata sebagai alternatif destinasi pariwisata paska pandemi

Dalam kegiatan nanti, IWTIF akan mengeksplorasi potensi kekayaan sumber daya alam Indonesia untuk penyediaan bahan baku produk herbal tradisional (healthy food & drinks)

Selain itu akan memberdayakan UMKM/IKM Indonesia sebagai penyangga kekuatan ekonomi nasional

"Mempertemukan berbagai kelompok yang berpeluang dalam mempromosikan produk
ethnowellness, seperti; stakeholder industri spa wellness, UKM/IKM berbasis desa wisata, serta anak muda yang berkiprah sebagai brand owner yang mampu menjual dan memasarkan produk-produktersebut secara luas," paparnya.

Selain mempromosikan dan melestarikan wisata kebugaran (wellness) berbasis budaya, lanjut Lourda,  juga  meningkatkan kualitas industri spa wellness Indonesia sehingga ethnowellness Indonesia diakui sebagai warisan budaya nusantara ke dunia.