HELOINDONESIA.COM - Kurang darah disebut juga sebagai anemia, yang bisa menyebabkan tubuh melemah.
Penyakit ini sering dianggap sepele, namun faktanya bahaya anemia tak main-main, bahkan bisa berujung pada kematian.
Mengutip dari Alodokter, kurang darah atau anemia adalah kondisi ketika tubuh seseorang kekurangan sel darah merah yang sehat atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik.
Akibatnya, organ tubuh tidak mendapat cukup oksigen sehingga membuat penderita anemia pucat dan mudah lelah.
Baca juga: Rayakan Haornas, PS PWI Jateng Pukul FIK Unnes All Star 5-2 di Laga Persahabatan
Sel darah merah mengandung hemoglobin yang berperan dalam membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh dan mengangkut karbon dioksida ke paru-paru yang kemudian dikeluarkan melalui saluran pernapasan.
Anemia bisa terjadi sementara atau dalam jangka panjang dengan tingkat keparahan ringan sampai berat.
Anemia merupakan gangguan darah atau kelainan hematologi yang terjadi ketika kadar hemoglobin berada di bawah normal.
Untuk orang dewasa bisa dikatakan menderita anemia jika kadar hemoglobinnya di bawah 14 gram per desiliter untuk laki-laki.
Sedangkan untuk perempuan dikatakan menderita anemia jika kadar hemoglobinnya kurang dari 12 gram per desiliter.
Anemia dengan kadar hemoglobin di bawah 8 gram per desiliter sudah tergolong berat, kondisi ini disebut dengan anemia gravis.
Berikut ini adalah tanda-tanda tubuh kekurangan darah atau anemia.
1. Lemas dan cepat lelah
Pada kondisi anemia jumlah sel darah merah dan hemoglobin berkurang sehingga oksigen tidak tersuplai dengan baik.
Ketika tubuh kekurangan hemoglobin, otomatis semua sel dan jaringan tubuh akan kekurangan oksigen.
Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan sel darah merah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh.
Dengan kodisi tersebut, penderita anemia akan merasa lemas dan mudah lelah walaupun hanya melakukan kegiatan ringan.
Baca juga: Soal Breaking News Ridwan Kamil, Ketum Golkar : Tak Terkait Cawapres Ganjar
2. Sakit kepala dan pusing
Hemoglobin berfungsi untuk membawa oksigen dan nutrisi ke sekujur tubuh.
Ketika kadar hemoglobin rendah, suplai oksigen mungkin tidak dapat sampai ke otak.
Itu sebabnya, Anda merasakan kepala pusing, terutama saat berdiri dari duduk atau berbaring.
Selain itu, kekurangan oksigen juga membuat pembuluh darah di otak bengkak dan menekan bagian lainnya sehingga menyebabkan sakit kepala.
3. Kulit pucat atau kuning
Dibawah jaringan kulit itu sendiri terdapat banyak pembuluh darah kecil.
Warna kulit kita juga dipengaruhi oleh sirkulasi darah yang lancar.
Itu sebabnya ketika kadar hemoglobin rendah, kulit akan menjadi berwarna pucat.
Warna kulit pucat sebagai gejala kurang darah dapat terlihat pada seluruh bagian tubuh atau bagian tertentu saja.
Namun, area yang biasanya tampak lebih mudah memucat adalah wajah, gusi, bagian dalam bibir, kelopak mata bawah, dan punggung kuku.
Baca juga: Bantu Warga Krisis Air di Desa Gumiwang, Polres Purbalingga Bantu Buat Sumur Bor
4. Jantung berdebar
Ciri-ciri anemia akibat kekurangan zat besi umumnya menimbulkan sensasi jantung berdebar kencang.
Kekurangan kadar hemoglobin dalam darah membuat jantung harus bekerja ekstra keras untuk mengalirkan darah yang mengandung oksigen.
Itu sebabnya, jantung berdetak lebih cepat dan kencang karena berusaha memompa darah ke seluruh tubuh.
Gejala ini biasanya terjadi ketika seseorang sudah menderita anemia dalam waktu yang sudah cukup lama.
5. Kaki dan tangan terasa dingin
Gejala kurang darah akibat anemia defisiensi zat besi dapat membuat tangan dan kaki terasa dingin.
Hal ini disebabkan karena minimnya suplai oksigen yang dialirkan dari jantung menuju kedua bagian tersebut.
Baca juga: HP Honor 90 5G Akan Meluncur di Pasar India, Dibekali Kamera 200 MP dan Layar yang Imersif
6. Sering mengantuk
Anemia adalah salah satu penyakit yang dapat menyebabkan seseorang mudah mengantuk.
Keadaan ini dapat terjadi karena tubuh kekurangan sel darah merah sehingga tidak mampu menyalurkan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.
Jika Anda mengalami tanda-tanda anemia seperti di atas, disarankan untuk periksa ke dokter untuk melakukan penanganan lebih lanjut.