HELOINDONESIA.COM - Sebenarnya apa yang terjadi ketika seorang anak sudah mulai belajar puasa, apakah akan mengganggu pertumbuhan mereka?
Berikut penuturan dr Harun Albar, spesialis Ibu dan Anak RSIA Brawijaya yang dikutip melalui akun X @Harun_Albar pada Minggu (31/3/2024).
dr Harun justru mengucapkan selamat bagi orangtua yang anak-anaknya sudah mau menjalankan ibadah puasa.
"Selamat ya, belajar perlahan-lahan. Pak bu, penasaran gak sih apa yang terjadi pada tubuh anak ketika mereka puasa?" ungkap dr Harun.
Baca juga: Optimalisasi Lahan di Lampung, Kementan-TNI Terjun ke Lapangan Setiap Hari
dr Harun pun membuat penjelasan dalam utasnya bagi orangtua yang masih ragu & khawatir anak jadi kurang gizi atau gagal tumbuh kembang karena berpuasa.
"Oke, jadi apa yang terjadi di dalam tubuh anak saat puasa? Setelah sahur, sumber energi anak itu 4-6 jam awal, itu berasal dari makanan sahur," ujarnya.
Lalu, lanjut dr Harun, 10 jam berikutnya berasal dari glikogen di hati, dilanjutkan berasal dari lema, dan paling terakhir dari protein.
"Namun sumber dari protein sangat jarang digunakan, karena puasa Ramadan di Indonesia hanya 12-14 jam, bukan > 16 jam," ungkapnya.
Baca juga: Dibandingkan Jaman SBY, Konflik Agraria di Era Jokowi Makin Akut
dr Harun pun berpesan kepada para orangtua untuk tidak usah khawatir efek puasa kepada tumbuh kembang anak.
Karena menurut beberapa penelitian puasa justru bikin proses tumbuh kembang malah optimal.
"Tentu dengan tips-tips yang tepat," tambah dr Harun.
Kemudian, sambungnya, dengan anak berpuasa, metabolisme tubuh menjadi lambat dan efisien, kadar hormon insulin rendah dan lebih sensitif dalam menjaga gula darah, hormon kortisol stabil, serta kadar hormon glukagon meningkat.
Baca juga: Ketua DPRD Lambar dan Komisi lll Menghadiri Musrenbag RKPD 2025
"Itulah yang memicu peningkatan hormon pertumbuhan sehingga lemak tubuh efisien, massa otot dan tulang anak menjadi kuat padat," terangnya.
Tak hanya itu, dr Harun mengatakan kalau puasa juga meningkatkan imunitas tubuh.
"Ada proses autofagi atau detoksifikasi yang sebabkan pembersihan sel-sel tubuh rusak, pengeluaran racun, serta radikal bebas," ujarnya.
Manfaat yang terakhir, imbuh dr Harun, puasa jadi sarana pelatihan sikap disiplin dan pengendalian diri anak.
Baca juga: Gebrak Desak DPR Segera Usut Pelanggaran dan Kecurangan Selama Proses Pemilu 2024
"Banyak kan manfaatnya! Jadi gak usah khawatir ya Pak, Bu.That’s all!" tandasnya.