Ratusan Warga Serbu Penetrasi Pasar Tubaba, 6 Ton Beras dan 7.000 Liter Minyak Murah Digelontorkan

Kamis, 16 Juli 2026 13:47
Foto ist

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM----
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui program Gerakan Serentak Penetrasi Pasar. Hingga pelaksanaan tahap keempat, pemerintah telah mendistribusikan sekitar enam ton beras dan lebih dari 7.000 liter minyak goreng kepada masyarakat dengan harga yang berada di bawah harga pasar.

Program yang merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Lampung bersama Perum Bulog tersebut digelar serentak di seluruh kabupaten/kota. Di Tubaba, kegiatan terbaru berlangsung di Pasar Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT), Kamis (16/7/2026), dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Tubaba, Desmi Anwar, mewakili Kepala Dinas Koperindag Achmad Nazaruddin, mengatakan realisasi penyaluran bahan pokok bersubsidi terus meningkat sejak program tersebut dimulai.

"Ini merupakan kegiatan Penetrasi Pasar yang keempat. Secara keseluruhan hingga hari ini, kami telah menjual lebih dari 7.000 liter minyak goreng dan sekitar enam ton beras dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran," kata Desmi.

Menurutnya, Gerakan Serentak Penetrasi Pasar menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mengurangi tekanan inflasi yang berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.

"Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi, khususnya pada komoditas bahan pokok yang menjadi kebutuhan utama masyarakat," ujarnya.

Desmi menjelaskan, program tersebut tidak hanya bertujuan menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga menjaga pasokan dan mencegah lonjakan harga di tengah dinamika ekonomi.

Pantauan di lokasi menunjukkan ratusan warga, didominasi ibu rumah tangga, memadati area penjualan sejak pagi. Mereka rela mengantre untuk mendapatkan beras dan minyak goreng dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.

Salah seorang warga Kelurahan Panaragan Jaya, Rosmani, mengaku program tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah tingginya harga bahan pokok.

"Alhamdulillah, kami sangat senang dan berterima kasih. Harga minyak goreng di pasar sekitar Rp22.000 per liter, sedangkan di sini hanya Rp15.500. Begitu juga beras ukuran 5 kilogram yang biasanya dijual lebih dari Rp70.000, di sini hanya Rp58.000," tuturnya.

Melalui Gerakan Serentak Penetrasi Pasar, Pemkab Tubaba berharap masyarakat dapat memperoleh akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui pengendalian inflasi yang berkelanjutan.

(Rohman)

Berita Terkini