HELOINDONESIA.COM -Ada pembuktian ilmiah bahwa etnowellness atau tradisi kesehatan tradisional bagi di Indonesia dan yang berasal dari bagian dunia lainnya.
Ketika membahas wellness fokusnya itu biasa mengenai salah satunya adalah massage.
"Spa tradisional yang memang di kembangkan oleh teman-teman di Indonesia Wellness Master Association (IWMA)," ujar dr Erfen G Suwangto dari Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Jumat (14/2/2025).
Menurutnya, spa ini biasanya menggunakan teknik yang overlap. Ada Swedish massage, trigger point therapy, Myofascial Release, Thai Massage Thailand, accupresure, active Release, joint mobilization dan Neural Mobilization.
Baca juga: Bedum DPP Demokrat Tewas Saat Naik Moge di Pantura Asembagus Situbondo
"Pendekatannya itu terdiri dari adanya sentuhan yang sifatnya afektif, ada empati ditambah lagi ada faktor mekanis di dalam pijatan," ujar dokter spesialis Keluarga angkatan pertama Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad).
"Dalam teknik pijat ini ada faktor mekanis fisika karena pijatan itu sesuatu yang fisik selain tadi afektif yang sifatnya psikososial termasuk tentang budaya" terangnya.
Karena itu, lanjutnya, pihaknya mengangkat istilah etnowellness.
"Tiap daerah mungkin beda-beda, dan negara juga beda-beda. Yang penting adalah faktor ilmiah. Ternyata ada bukti-bukti ilmiah, bukti-bukti medis," tambahnya.
Baca juga: 2 Rencana Besar Eva, Kereta Gantung dari Rumdis ke Pantai dan Jalan Layang
Massage terapi ini kalau dihubungkan dengan nyeri, sambungnya, ia akan menstimulasi serabut syaraf-syaraf afferent, mengantar sinyal dari pinggir ke sistem syaraf pusat.
"Di situ ada serat A delta, A Beta dan C dan ini memicu rangsangan mekanis kontekstual tadi dan juga peran dari mekanisme saraf kita yang akhirnya membantu mengurangi nyeri," ungkapnya.
Secara sistematik, ada sistematika review dan meta analisis. Sehingga seringkali orang hanya fokus ke penelitian. Padahal sebenarnya kita perlu juga adanya sistematik review dan meta analisis untuk menganalisis semua penelitian-penelitian yang ada.
"Terungkap bahwa memang pijatan akan mempengaruhi mood dan kualitas hidup," tandasnya.