Oleh Gufron Aziz Fuadi *
PAGI tadi, Rabu (2/8/2023), stasiun tv swasta menghadirkan seorang pakar body language dan mikro ekspresi untuk menganalisis tokoh terkenal yang malam sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama.
Body language adalah bahasa tubuh yang menyampaikan atau menegaskan pesan melalui isyarat hingga gerakan dari bagian tubuh. Bahasa tubuh bisa diwakili oleh ekspresi wajah, tatapan mata, sentuhan, diam, suara, postur, hingga gerakan tangan dan kepala.
Body language bisa bersifat natural sebagaimana aslinya dan bisa juga buatan sesuai dengan kebutuhan. Menjelang pilpres, pilkada dan pemilu biasanya banyak orang mendatangi pakar body language untuk membentuk citra yang diinginkannya.
Dari gestur atau body language, seseorang bisa dilihat sifat dan karakternya. Lebih detailnya dibutuhkan pakar mikro ekspresi. Bagi yang awam, hanya bisa melihat rendah hati atau sombong saja.
Umumnya, orang akan merasa nyaman dengan yang rendah hati dan jengah dengan yang sombong. Maka itulah, banyak para cakada, caleg dan capres membutuhkan konsultan body language agar gesturnya terlihat merakyat, jujur, dermawan dan tidak sombong meskipun aslinya seringkali sebaliknya.
Baca juga: 14 Tanaman Herbal untuk Mempercepat Penyembuhan Patah Tulang, No 11 Masih Ilegal di Indonesia
Menurut Wikipedia, Kesombongan, berasal dari kata sombong (bahasa Inggris: pride; bahasa Latin: superbia; bahasa Arab: فخر, fakhar), juga angkuh, takabur, arogan, congkak, tinggi hati, jumawa, dan besar kepala
merupakan suatu perasaan atau emosi dalam hati.
Sombong adalah memandang diri sendiri lebih naik, lebih tinggi dari orang lain. Sehingga dia memandang orang lain lebih rendah. Rasa lebih tinggi ini menyebabkan seseorang sulit bergaul secara setara dengan orang lain apalagi mendengar nasihat atau pendapat orang lain.
Nggak level, begitulah alasannya.
Itulah sebabnya, orang yang jarang bergaul dengan orang lain, lupa dengan kawan lamanya atau teman sekolahnya sering disebut sebagai orang sombong.
Meskipun belum tentu begitu, tergantung pada bagaimana dia menilai dirinya dan orang lain. Bisa jadi bukan merasa lebih tinggi tetapi sebaliknya, rendah diri.
Mengapa banyak orang menjadi sombong?
Orang menjadi sombong sering disebabkan oleh empat hal berikut:
1. Bertambahnya Kekayaan.
2. Bertambahnya kedudukan.
3. Bertambahnya ilmu.
4. Bertambahnya Ibadah.
Oleh karena itu, sombong bukan monopoli orang kaya atau penguasa, tetapi juga bisa dimiliki oleh orang pintar banyak ilmu dan bahkan ahli ibadah sekalipun.
Setelah syirik, sombong adalah trilogi akhlak tercela yang bisa menyebabkan kesalahan dan merupakan sumber dari segala dosa. Dua yang lainnya adalah hasad atau iri dengki dan tamak atau rakus.
Baca juga: Wanita Penghuni Kamar Kos di Semarang Ditemukan Meninggal, Polisi Sebut karena Sakit Tumor
Disebut trilogi karena saling mempengaruhi. Diawali dari rasa iri dengki kepada yang orang lain miliki, kemudian merasa tidak puas (tamak) setelah memilkinya, kemudian sombong setelah memiliki kelebihannya.
Masalahnya adalah bahwa rasa atau penyakit sombong ini seringkali tidak dirasakan oleh pemiliknya. Karena apa yang dipikirkan, diucapkan dan dilakukan selalu dibenarkan oleh pengikutnya. Karenanya sulit menerima nasihat dan masukan yang tidak sependapat.
Rasulullah SAW telah menjelaskan hakikat kesombongan dalam hadits: "Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia..."
Allah berfirman:
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri..." (Lukman: 18)
Kekuasaan dan kekayaan yang diperoleh melalui cara cara yang dzalim, hampir bisa dipastikan melahirkan penguasa dan orang kaya yang sombong.
Bentuk kosombong penguas tidak hanya menindas dan menakuti rakyatnya. Tersinggung sedikit lapor polisi. Ini dzalim yang berlindung dengan hukum.
Baca juga: Pesenam Keira dan Zaskia Sumbang Emas Perdana untuk Kota Semarang di Arena Porprov
Berpenampilan mewah yang jauh diatas keumuman, juga bentuk kesombongan. Serasa nggak gubernur, bila mobilnya mobilnya nggak selevel Lexus atau LC.
Tetapi berpenampilan merakyat juga tidak serta-merta tidak sombong. Terutama bila kebijakan nya lebih berpihak kepada oligarki pemilik modal daripada kepada rakyat. Apalagi bila ditambah, lupa janji. Sulit memang!
Zalim adalah cara mendapatkan sesuatu yang melampaui batas batas hukum yang dibolehkan seperti curang, kongkalikong, perselingkuhan penguasa dengan penegak hukum dan pemilik modal seperti legenda trisakti Firaun, Haman dan Qarun adalah kezaliman dalam memperoleh dan melanggengkan kekuasaan.
Dan, akhirnya kekuasaan yang seharusnya untuk mensejahterakan rakyat berbalik menjadi mendzalimi rakyat. Sesuatu yang diperoleh dengan cara dzalim cenderung digunakan untuk sesuatu yang zalim.
Zalim adalah cara mendapatkannya, dan sombong adalah cara menggunakannya. Rasulullah saw. bersabda: ”Para penghuni neraka adalah orang-orang yang keras kepala, kasar lagi sombong.”
(HR Bukhari dan Muslim).
Wallahua'lam bi shawab
(Gaf)
* Ketua Wilayah Sumbagsel DPP PKS
