Salom Alaihem

Jumat, 28 Juli 2023 16:34
Salom Alaihem


Oleh Gufron Aziz Fuadi *

BEBERAPA waktu lalu beredar video dan juga disiarkan oleh berbagai berita di stasiun TV tentang seorang pimpinan pondok pesantren yang mengucapkan salam dengan menambahkan "salom alaihem" yang merupakan salamnya kaum Yahudi.

Kemudian beredar juga sebuah podcast yang menampilkan dialog seorang gubernur yang juga calon presiden mengatakan bahwa salom alaihem dan salam dalam Islam adalah sama saja. Sama sama ucapan salam.

Apakah salom atau salom alaihem sama dengan ucapan Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh? Tentu saja beda. Tidak sama.

Dari Aisyah radhiyallahu anha bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إنَّ اليهودَ قومُ حسدٍ ، و إنهم لا يحسدونَنا على شيٍء كما يحسدونا على السلامِ و على  آمين

" Sesungguhnya Yahudi adalah kaum yang hasad (iri dan pendengki kepada umat Islam ) dan sungguh mereka tidaklah hasad kepada kita terhadap sesuatu, melebihi hasadnya mereka terhadap ucapan salam (assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh) dan aamiin (dalam shalat berjamaah)." (HR. Ibnu Khuzaimah)

Mengapa kaum Yahudi begitu iri dan dengki terhadap ucapan Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh, karena mereka tahu bahwa ucapan salam mereka ridak sebaik dan selengkap sapaan salamnya umat Islam. Karena ucapan salam dalam Islam, bukan sekedar sapaan tetapi berisi doa dan harapan.

Lebih dari itu mengucapkan salam saat bertemu adalah ibadah yang bernilai sunnah dan bernilai wajib (menjawab) bagi yang disapa dengan Assalamualaikum. Oleh karena itu, seseorang akan berdosa bila mendapat sapaan salam tetapi tidak menjawabnya.

Baca juga: DPRD Pringsewu Diduga Belum Kembalikan Kerugian Negara Rp479 juta

Assalamualaikum adalah salam dalam Bahasa Arab, dan diajarkan oleh nabi Muhammad Saw kepada kaum muslimin. Frasa lengkapnya adalah ʾas-salāmu ʿalaykum wa-raḥmatu -llāhi wa-barakātuhū.

Ketiga kata tersebut mempunyai makna yang berbeda, yaitu: 
Assalamualaikum artinya "Semoga keselamatan tercurah atas kamu" atau "Damai sejahtera atas kamu". 
Warahmatullahi artinya "Rahmat Allah" atau "kasih sayang Allah". 
Wabarakatuh artinya "berkah Allah" atau "pemberkatan Allah".

Jadi ketika seorang muslim mengucapkan salam maka sesungguhnya dia sedang mendoakan agar Allah memberikan keselamatan, kedamaian, kasih sayang dan keberkahan kepada saudaranya.
Mengapa kita diwajibkan menjawab salam, karena Islam mengajarkan kepada umatnya menjadi orang yang berterima kasih dan tahu membalas budi.


Alquran telah memberitakan bahwa masyarakat ahli kitab atau Yahudi, telah mengetahui akan adanya nabi akhir zaman yang akan mempimpin dunia serta mengalahkan semua agama dan aliran kepercayaan. Dalam hal ini Allah berfirman:

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ

“Ingatlah ketika Isa Ibnu Maryam berkata, ‘Wahai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan datangnya seorang rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).’ Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, ‘Ini adalah sihir yang nyata.’” (QS. Ash-Shaf:6)

Di ayat lain, Allah berfirman,

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ

Baca juga: Jokowi Sebut Pembangunan Jalan Tol Dirasakan Masyarakat, Pengamat Ingatkan Kelak Bisa Krisis Air dan Pangan

“(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar, menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk, serta membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an). Mereka Itulah orang-orang yang beruntung.”
(QS. Al-A’raf:157)

Mereka juga memahami bahwa nabi terakhir ini akan tinggal di daerah yang memiliki banyak kebun kurma, yaitu Madinah.

Karena itulah ratusan tahun sebelum kelahiran dan kedatangan nabi, mereka eksodus dari daerah Syam menuju Madinah. Tetapi karena ternyata kemudian, yang diangkat Allah sebagai nabi terakhir adalah nabi Muhammad yang berbangsa Arab, bukan bangsa Yahudi, maka mereka kecewa, iri dan dengki kepada nabi Muhammad, juga kepada ajarannya yaitu agama Islam serta kepada umatnya.

Baca juga: Pamer Alat Vital dan Cabuli Bocah SD, Tukang Kebon Bos Yayasan Pendidikan Terkenal Ditangkap Polisi

Rasa iri dan dengki itu, mereka wujudkan dalam bentuk, usaha memurtadkan kaum muslimin. Baik dalam bentuk memeranginya maupun dengan cara merusak pikirannya, akhlak dan perilakunya maupun merusak ajaran dan faham agama Islam dengan tafsir dan pemahaman yang tidak sesuai dengan yang diajarkan oleh nabi Muhammad Saw.
Allah berfirman,

“Sebagian besar ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) menginginkan agar mereka dapat menjadikan kalian kembali kafir setelah kalian beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran.” (QS. Al-Baqarah:109)

Orang Yahudi dan Nasrani itu iri dan dengki kepada Islam karena ajarannya sangat lengkap dan sempurna. Oleh karena itu janganlah kita justru menjadi pengikut mereka. Karena kalau kita mengikuti mereka maka kita akan menjadi rendah dan lemah dihadapan mereka. Padahal Islam itu, kata nabi, ya'lu wala yu'la alaihi.
Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya.

Wallahua'lam bi shawab
(Gaf)


* Ketua Wilayah Sumbagsel DPP PKS

Berita Terkini