Helo Indonesia

Kerupuk Gendar Ibu Sarpiyem, Lestarikan Kuliner Tradisional, Dorong Perekonomian Nasional dengan UMKM

M. Haikal - Ragam -> Makanan
Selasa, 25 Juni 2024 09:57
    Bagikan  
Kerupuk Gendar
Foto: Liya Andriyani

Kerupuk Gendar - Ibu Sarpiyem seorang pelaku UMKM yang bergerak di usaha makanan tradisional kerupuk Gendar.

HELOINDONESIA.COM - Kerupuk gendar, camilan renyah berbahan dasar beras telah lama menjadi bagian dari kuliner tradisional Nusantara. 

Di Kabupaten Grobogan, Kecamatan Pulokulon tepatnya di desa Sendang Tuko, Jawa Tengah terdapat UMKM kerupuk gendar yang terus melestarikan warisan budaya dan warga menjadikannya sumber penghasilan. 

Berawal dari usaha kecil-kecilan, Sarpiyem, pemilik UMKM kerupuk Gendar mengaku mampu membuat hingga 12 kilogram adonan kerupuk gendar dalam sehari.

Dengan mempekerjakan sanak saudaranya, kerupuk ini kemudian dijual di pasar tradisional dan diedarkan disekitar Purwodadi. 

Baca juga: JADWAL dan LINK Live Streaming Copa America 2024 Besok, Rabu (26/6/2024)

"Alhamdulillah satu hari 12 kilo beras. Dibantu sama anak dan mantu saya. Kalo nggak, ya ga kuat. Dijual di pasar sama ada orang yang kulakan langsung datang ke rumah," ungkap Sarpiyem.

Dengan tangan terampilnya, ia mampu menghasilkan kerupuk gendar yang renyah, gurih, dan lezat dengan harga terjangkau. 

Kerupuk gendar Sarpiyem dibanderol dengan harga Rp 3.500 per bungkus. 

Kerupuk gendar Sarpiyem terkenal dengan kerenyahannya dan kualitasnya yang terjaga. 

Baca juga: Berikut Beberapa Kode Redeem Game Genshin Impact Hari ini, Selasa (24/6/2024)

Ia menggunakan bahan-bahan rempah serta yang terjamin kualitasnya, serta menerapkan proses produksi yang higienis. Tak heran, produknya banyak digemari oleh masyarakat. 

Proses pembuatan kerupuk gendar terbilang sederhana, namun membutuhkan ketelatenan dan keuletan. 

Beras direbus lalu di tumbuk dan dibentuk, setelah dingin diiris tipis tipis dan dijemur, terakhir kerupuk digoreng hingga menghasilkan kerupuk yang renyah dan gurih. 

UMKM kerupuk gendar milik Sarpiyem bukan hanya sebagai mata pencaharian namun dapat melestarikan kuliner tradisional. 

Baca juga: Apa yang Dicari Kakek-kakek di Ponorogo ini Saling Bunuh, Ismu Tewas Dipecok Adiknya Gara-gara Pohon Mangga dan Jati

Sarpiyem memulai usaha kerupuk gendarnya pada tahun 2010 dengan modal yang terbatas. 

Awalnya, ia hanya memasarkan produknya di sekitar desa. Namun, dengan kegigihan dan keuletannya, Sarpiyem berhasil mengembangkan usahanya dan masih berjalan selama 14 tahun lamanya.


(Ditulis oleh Liya Andriyani, Mahasiswi Fakultas Informasi dan Komunikasi, Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Semarang)

Tags
UMKM