Helo Indonesia

Kemenag Keluhkan Tindakan Saudia Airlines yang Sering Ubah Kapasitas Seat dan Jadwal

Winoto Anung - Nasional
Selasa, 6 Juni 2023 13:11
    Bagikan  
JEMAAH HAJI
humas pemprov jatim

JEMAAH HAJI - Jemaah haji saat berangkat dari Bandara Internasional Juanda Sidoarjo menuju tanah suci.

HELOINDONESIA.COM - Kementerian Agama (Kemenag) mengeluhkan tindakan maskapai penerbangan Saudia Airlines yang sering mengubah kapasitas seat pesawat dan perubahan jadwal, yang ujungnya berakibat pada jamaah haji, seperti masalah keterlambatan.

Adanya perubahan kapasitas pesawat Saudia Airline terjadi sejak awal fase pemberangkatan jemaah haji. Saat itu, jemaah kloter 2 embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS 02), dijanjikan oleh Saudia Airlines akan diterbangkan dengan pesawat berkapasitas 480 orang.

Oleh karena itu, Maskapai Saudi Airlines dianggap tidak profesional, sehingga banyak merugikan Jemaah haji Indonesia.  Hal itu disampaikan Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Saiful Mujab.

"Banyaknya perubahan kapasitas seat pesawat Saudia Airlines, ditambah dengan perubahan jadwal penerbangan, jelas berakibat pada Jemaah haji, mulai dari terlambatnya proses visa hingga penempatan perhotelan di Madinah," kata Saiful Mujab di Jakarta, Senin 5 Mei.

Baca juga: Pesisir Italia dan Spanyol Terancam Diterjang Tsunami, Pemerintah Didesak Segera Rancang Mitigasi

"Ketidakprofesionalan ini jelas merugikan jemaah dan tidak sejalan dengan jargon Saudi untuk memuliakan jemaah haji," sambungnya.

Dia Kembali menjelaskan, peristiwa perubahan kapasitas pesawat Saudia terjadi sejak awal fase pemberangkatan jemaah haji. Saat itu, jemaah kloter 2 embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS 02), dijanjikan oleh Saudia Airlines akan diterbangkan dengan pesawat berkapasitas 480 orang.

"Saudia Airlines ingkar dengan apa yang dijanjikan sendiri. Maskapai ini terbukti tidak sanggup mendatangkan pesawat berkapasitas 480. Malahan yang datang pesawat dengan kapasitas hanya 405 jemaah," jelasnya.

Kejadian seperti itu berdampak efek domino karena jadwal keberangkatan Jemaah haji sudah disosialisasikan. Bahkan, jemaah JKS 02 sudah di asrama haji Bekasi dan siap diberangkatkan.

Baca juga: Dari Info Prof Mahfud, Denny Indrayana Bongkar Gerakan Penundaan Pemilu dan Harga Parpol Rp5 Triliun

Dampak dari perubahan kapasitas seat ini dirasakan juga oleh jemaah pada kloter-kloter berikutnya,” ujar Saiful Mujab.

Dia mengungkap fakta lain, ada ketidakprofesionalan lainnya yang dilakukan Saudia Airlines, yakni soal keterlambatan atau perubahan jadwal penerbangan.

"Saya minta Saudia Airlines profesional, bekerja sesuai kesepakatan dalam kontrak dan tidak seenaknya dan semaunya sendiri mengubah kapasitas seat pesawat dan jadwal penerbangan. Kita bisa melihat bersama bahwa hal itu juga berdampak pada terhambatnya proses visa jemaah haji di Jawa Barat," ucap Saiful Mujab.

Sampai hari ini, sudah tercatat ada lebih 10 kali perubahan jadwal penerbangan. Hal ini juga mengganggu kenyamanan jemaah, karena berdampak pada layanan di asrama haji, bahkan hingga hotel di Madinah.

Baca juga: Mahfud MD dan Denny Indrayana, Dua Profesor Bak Cerita Film Tom And Jerry

"Kita sudah protes keras dan menegurnya. Kita minta mereka menunjukkan professionalitas dalam penerbangan jamaah. Saudia Airlines harus menepati janji, melayani jamaah dengan jujur," katanya lagi.

"Saudia Airlines harus juga membuktikan mampu menerapkan prinsip khidmatul hujjaj syarafun lana," tandas Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Saiful Mujab. (*)

(Winoto Anung)