Helo Indonesia

Ketua MA: Integritas Ibarat Lentera yang Cahayanya Dapat Menerangi Gulita

M Ridwan - Nasional
Selasa, 10 Desember 2024 16:21
    Bagikan  
Mahkamah Agung-
Ist

Mahkamah Agung- - Pesan tegas dari Ketua MA menjadi pengingat bagi seluruh jajaran peradilan untuk menjaga marwah institusi dengan kinerja yang solid, transparan, dan akuntabel

HELOINDONESIA.COM - Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA) memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2024 pada Senin, 9 Desember 2024. Dengan mengusung tema "Teguhkan Komitmen Berantas Korupsi untuk Indonesia Maju", peringatan ini diisi dengan serangkaian kegiatan, termasuk penyerahan sertifikat SMAP Tahun 2024, penganugerahan Insan Anti Gratifikasi, dan seminar nasional.

Ketua Mahkamah Agung, Prof. Dr. Sunarto, SH, MH, dalam pidatonya menekankan pentingnya integritas sebagai nilai utama dalam menjalankan tugas di lingkungan peradilan. "Integritas ibarat lentera yang cahayanya dapat menerangi gulita. Agar lentera integritas terus menyala, diperlukan komitmen bersama untuk saling menjaga," ujar Ketua MA.

Peringatan HAKORDIA di lingkungan Mahkamah Agung tahun ini juga menjadi momentum introspeksi bagi seluruh jajaran untuk terus memperbaiki diri dan mengendalikan godaan perilaku koruptif. Ketua MA mengingatkan bahwa korupsi sering kali dipicu oleh lemahnya kontrol diri, gaya hidup konsumtif, dan hedonisme.

Baca juga: ICCF 2024 Hadir di Tangsel: Festival Kreatif Penuh Ide, Inovasi, dan Kolaborasi

Sebagai aparatur negara, Ketua MA menggarisbawahi pentingnya sumpah jabatan yang diikrarkan atas nama Tuhan. "Sumpah tersebut bukan hanya syarat formal, tetapi merupakan tanggung jawab moral yang akan dipertanggungjawabkan kepada Sang Khalik dan kepada masyarakat Indonesia," tambahnya.

Pengawasan Tidak Akan Efektif Tanpa Kesadaran Diri

Ketua MA juga menegaskan bahwa secanggih apapun sistem pengawasan teknologi atau surat edaran yang dikeluarkan, semua itu akan sia-sia tanpa kesadaran diri dari setiap individu. “Mahkamah Agung dan peradilan adalah harapan masyarakat pencari keadilan. Setiap putusan harus adil dan bebas dari intervensi,” tuturnya.

Sinergi dengan Media

Ketua Umum FORSIMEMA-RI turut menyampaikan harapannya agar para insan pengadil tidak alergi terhadap konfirmasi dari media. Media dianggap berperan penting dalam mengedukasi masyarakat, terutama terkait regulasi dan putusan peradilan. Jubir dan humas di lingkungan MA juga diminta untuk lebih proaktif dalam membangun komunikasi dengan insan media demi meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik.

Baca juga: Tolak Kenaikan UMP 6,5%, Apindo Banten Sampaikan Usulan Relevan Sebesar 2,51%

Pesan tegas dari Ketua MA menjadi pengingat bagi seluruh jajaran peradilan untuk menjaga marwah institusi dengan kinerja yang solid, transparan, dan akuntabel. Masyarakat pencari keadilan bergantung pada putusan yang jujur dan berintegritas. Hanya dengan komitmen bersama, kepercayaan publik terhadap institusi peradilan dapat terus terjaga.