Helo Indonesia

Wamendagri Ribka Haluk Soal Inflasi Tinggi di Papua Pegunungan: Saya Akan Cek Langsung!

M Ridwan - Nasional
Rabu, 5 Maret 2025 05:34
    Bagikan  
Wamendagri Ribka Haluk Soal Inflasi Tinggi di Papua Pegunungan: Saya Akan Cek Langsung!
Ist

HELOINDONESIA.COM - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi di Provinsi Papua Pegunungan pada Februari 2025 secara Year on Year (YoY) tercatat sebesar 7,99 persen. Angka ini menjadikannya sebagai provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi se-Indonesia dalam kurun waktu setahun.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menegaskan dirinya akan turun langsung untuk meninjau kondisi di lapangan guna mencari faktor penyebab tingginya inflasi di Provinsi Papua Pegunungan.

“Untuk mengatasi hal ini, saya sendiri akan untuk turun langsung meninjau apa yang sedang terjadi di Papua Pegunungan yang membuat inflasi di sana menjadi tinggi,” ungkapnya usai Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa (4/3/2025).

Baca juga: Ketua Harian Dekranas: Pelantikan Ketua Dekranasda Provinsi Jadi Momentum untuk Memperkuat Kolaborasi Pembinaan Perajin Daerah

Ribka menyoroti peran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya dalam mengendalikan inflasi di wilayah tersebut, terutama mengingat masyarakat akan segera merayakan hari raya Idulfitri.

“Inflasi yang tinggi ini sangat disayangkan, apalagi masyarakat kita umat muslim akan merayakan hari raya. Apakah pemerintah daerah, khususnya Pemprov Papua Pegunungan dan Pemkab Jayawijaya tidak dapat mengatasi inflasi yang terjadi ini,” lugasnya.

Lebih lanjut, Wamendagri Ribka menegaskan bahwa inflasi di Papua Pegunungan menjadi perhatian khusus pemerintah pusat. Ia meminta pemerintah daerah (Pemda) setempat untuk aktif melakukan pemantauan serta mengidentifikasi faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga.

Baca juga: Desa Edukasi Ekowisata Sumberbulu, Produksi 19 Varian Jamu, Sediakan Terapi Aromaterapi dan Lulur untuk Kesehatan dan Kebugaran

“Ini menjadi perhatian khusus. Saya minta untuk pemerintah daerah setempat dapat mencari faktor-faktor apa saja yang menyebabkan angka inflasi di sana bisa tinggi,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Ribka akan memanggil Pemprov Papua Pegunungan, Pemkab Jayawijaya, serta pihak-pihak terkait lainnya untuk membahas langkah strategis dalam mengendalikan inflasi di wilayah tersebut.

“Akan kita panggil untuk melaporkan apa yang terjadi dan kemudian bersama-sama kita mencari solusi dalam menekan angka inflasi agar dapat turun,” tandasnya.

Baca juga: Jakarta Terendam, LP2AD Angkat Bicara Wagub Bang Doel Jangan Wara-wiri di Lokasi Banjir, Copot Tiga Kadis

Berdasarkan hasil Rakor Pengendalian Inflasi Daerah, diketahui bahwa 22 provinsi di Indonesia mengalami deflasi, sedangkan 16 provinsi mengalami inflasi. Deflasi terdalam secara YoY terjadi di Provinsi Papua Barat dengan angka sebesar -1,98 persen. Sementara itu, inflasi tertinggi secara YoY terjadi di Provinsi Papua Pegunungan dengan angka 7,99 persen.