JAKARTA, HELOINDONESIA.COM - Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2025 yang jatuh setiap 29 Juni, mengusung tema ''Dari Keluarga untuk Indonesia Maju''. Tema ini sengaja diambil mengingat peran keluarga pada era ini semakin tergerus, tergantikan oleh gawai, dan atau perangkat sosial modern lainnya.
Diharapkan, tema tersebut dapat mengingatkan kembali kepada kita, bahwa keluarga merupakan pilar kuat peradaban dan pembangunan di masyarakat.
Baca juga: Tradisi Merdi Desa Jungsemi, Potong Kerbau Bule dan Wujud Syukur Atas Keberkahan
Salah satu momentum Harganas ke- 32, adalah banyaknya kendaraan bermotor yang dikemudikan oleh pengelola Program Lini Lapangan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) yang melewati ujung desa di berbagai daerah di Indonesia dengan nama Kirab Bangga Kencana 2025.
Kirab Bangga Kencana 2025 akan dimulai dari Kota Situbondo di Jawa Timur, bergerak masif melewati Kabupaten Ngawi, dan bergerak secara estafet di Kabupaten Klaten, Prambanan, Kota Pekalongan di Jawa Tengah, selanjutnya merapat menuju ke DKI Jakarta, setelah sebelumnya menyentuh Kota Depok sebagai representasi dari Provinsi Jawa Barat.
''Dengan ratusan personel Kemendukbangga / BKKBN dari tiap Perwakilan BKKBN Provinsi, kendaraan yang mengangkut peserta kirab membawa misi utama, yaitu untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, penguatan peran keluarga, komitmen pemerintah daerah, dan kerja sama dengan mitra dalam Bangga Kencana serta memperkuat Program Quick Wins Kemendukbangga / BKKBN,'' terang Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji dalam siaran pers, Jumat 27 Juni 2025.
Jadi Homebase
Sosialisasi kelima Quickwin diejawantahkan dalam simbol lima buah pataka yang dikirab melintas Pulau Jawa.
Kabupaten Klaten dan Kota Pekalongan merupakan daerah yang terpilih untuk menjadi homebase Kirab Bangga Kencana 2025 Regional Jawa melaksanakan berbagai kegiatan pelayanan Program Bangga Kencana dan Program Quick Wins Kemendukbangga/BKKBN.
Tidak hanya terletak di wilayah strategis titik perbatasan antara DIY – Jawa Tengah serta titik tengah Jawa Tengah – Jawa Barat, capaian Program Bangga Kencana di kedua wilayah ini cukup signifikan.
Baca juga: Keren! Jateng Juara Umum Sepak Takraw Piala Menpora, Dua Pemain Sabet Gelar Terbaik
Berdasarkan data pemutakhiran PK 24, kepesertaan ber-KB Provinsi Jawa Tengah 29,2 dari target 28,2. Capaian tersebut sudah melampui dari target yang telah ditetapkan. Sedangkan di Kabupaten Klaten prevalensi kepesertaan KB MKJP terdapat pada angka 37,0 dan di Kota Pekalongan pada angka 26,4. Selain itu, Indeks Pembangunan Keluarga di Provinsi Jawa Tengah mencapai 63,9, di Kabupaten Klaten 66,13 dan Kota Pekalongan pada nilai 65,4.
Di titik Kabupaten Klaten dan Kota Pekalongan, dilaksanakan pula implementasi dari Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) di TPA Baiturrahman Klaten, dengan Mari Mendongeng Bersama.\
Kawal Pataka
Sedangkan di Kota Pekalongan dilaksanakan senam oleh Tim Pendamping Keluarga, serta Penandatanganan Komitmen Implementasi Program GENTING oleh Forkompinda, sebagai wujud kesungguhan Pemerintah Kota Pekalongan mendukung Program Quickwin Kemendukbangga/BKKBN. Selain itu di Kota Pekalongan juga dilaksanakan Pelayanan KB Serentak, dalam rangka Harganas ke-32.
Dalam Kirab Bangga Kencana juga membawa lima buah pataka simbol dari lima program quickwin Kemendukbangga/BKKBN. Pada episode Provinsi Jawa Tengah, estafet penyerahan Pataka dilaksanakan di Candi Prambanan. Pataka dari Jawa Timur diserahkan ke Daerah Istimewa Yogyakarta, selanjutnya diserahkan ke Jawa Tengah untuk dibawa hingga di titik akhir, DKI Jakarta.
Pataka tidak hanya sekadar symbol, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal Program Quickwin yang diusung oleh Kemendukbangga/BKKBN.Momentum Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32, merupakan tonggak bersama pengingat kita terhadap arti pentingnya sebuah keluarga. (Aji)
