Helo Indonesia

Peringati HAN 2025, Wali Kota Semarang Ajak Anak-anak Bangun Kota Ramah Anak

Ajie - Nasional
Jumat, 22 Agustus 2025 13:28
    Bagikan  
Peringati HAN 2025, Wali Kota Semarang Ajak Anak-anak Bangun Kota Ramah Anak

Wamen PPPA Veronica Tan, Kadinas DP3AP2KB Jateng Ema Rachmawati dan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat perayaan HAN 2025 di Semarang

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Suasana penuh semangat dan kehangatan menyelimuti Balaikota Semarang dalam acara Konferensi Anak yang menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025, pada Kamis 21 Agustus 2025.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, dan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti. Keduanya menyampaikan pesan-pesan penting untuk masa depan anak-anak Indonesia. Hadir pula Kepala Dinas Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jateng Ema Rachmawati.

Dalam sambutannya, Agustina memberikan apresiasi tinggi kepada anak-anak yang telah menyampaikan aspirasi mereka tentang pentingnya membangun Kota Semarang yang ramah anak.

“Ini luar biasa! Ini baru pertama kali anak-anak diajak bicara soal bagaimana membangun Kota Semarang yang ramah anak. Betul enggak,” ucapnya disambut riuh peserta.

Baca juga: Pemimpin Substansial: Jalan Sunyi Ahmad Luthfi-Taj Yasin di Jawa Tengah

Agustina juga mengajak anak-anak untuk berani bermimpi besar. Ia memimpin doa bersama untuk anak-anak yang bercita-cita menjadi menteri, wali kota, dokter, atau profesi lainnya.

“Karena kata adalah doa, maka setiap kalimat yang keluar dari mulut kita haruslah baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, sejumlah isu yang disampaikan oleh anak-anak, seperti perundungan, pengakuan prestasi non-akademik, serta perlunya ruang dan dukungan bagi anak-anak disabilitas, ditanggapi langsung oleh wali kota.

Siapkan Beasiswa

Ia juga menyampaikan komitmen pemerintah kota untuk menyediakan beasiswa bagi anak-anak berprestasi dan membangun pusat kegiatan anak di setiap kecamatan.

Apresiasi khusus diberikan kepada Keysha, seorang anak yang menggagas komunitas orang tua dengan anak disabilitas untuk bersama mendampingi dan mengembangkan potensi anak-anak mereka.

Agustina, mengungkapkan bahwa saat ini Semarang telah memiliki enam dari target 16 Rumah Inspirasi dan Rumah Bersama Indonesia di tingkat kecamatan, yang menjadi ruang khusus bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

“Keysha luar biasa karena tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga teman-temannya. Semangat seperti inilah yang harus kita dukung bersama,” katanya.

Baca juga: Net Attorney Law Firm Gelar Pendidikan Hukum di Lapas Perempuan Kelas II A Semarang

Sementara itu, Wakil Menteri PPPA Veronica Tan yang turut hadir menyampaikan bahwa kehadiran negara melalui pemerintah pusat dan daerah adalah bukti nyata perhatian terhadap hak-hak dan aspirasi anak-anak.

Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya penyediaan ruang publik yang layak dan ramah anak. Ia mengisahkan pengalamannya saat menjadi Ketua PKK di Jakarta dalam membangun ruang publik terpadu melalui kerja sama dengan akademisi dan perusahaan melalui dana CSR.

“Anak-anak harus punya ruang olahraga, ruang ekspresi seni, amphitheater kecil, tempat bermain hingga ruang keluarga. Itu adalah bentuk lingkungan positif yang mampu mengalihkan anak dari paparan negatif, seperti media sosial yang tidak sehat atau konten digital berbahaya,” ungkapnya.

Veronica juga mendorong daerah untuk mengembangkan pusat-pusat kegiatan anak yang inklusif dan menyeluruh. Ia menyebut bahwa kehadiran ruang-ruang tersebut bisa mendorong anak-anak untuk menunjukkan prestasi di lingkungan sendiri.

Baca juga: Parade Seni Budaya Hari Jadi Jateng Meriah, Wagub: Jadikan Kalender Event Wisata yang Tertata

Selain pembangunan infrastruktur fisik, Wamen PPPA menyoroti pentingnya program nasional yang telah diluncurkan oleh Presiden RI seperti, Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah, Cek Kesehatan Gratis bagi anak-anak, termasuk imunisasi HPV untuk anak perempuan, Sekolah Rakyat, yang memberi kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. (Aji)