HELOINDONESIA.COM - Warga Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus) tersenyum sumringah saat membeli beras murah di acara pasar pangan murah kolaborasi Dewan Kota Dewan Kota (Dekot) Jakpus perwakilan Kecamatan Menteng Leonard Alamsjah bersama Polda Metro Jaya KBB Polri, Polsek Menteng, Lurah Pegangsaan, dan pengelola RPTRA Amir Hamzah berlangsung di RPTRA Amir Hamzah, Jalan Taman Matraman Timur, Pegangsaan, Menteng, Jakpus, Jumat (10/10/2025) kemarin.
Baca juga: Perusahaan Warisan Penjajah Itu Bikin Benteng Parit Raksasa Lindungi Sawitnya di Lampung
Sekedar diketahui, dengan melambungnya harga pangan berupa beras di pasar tradisional Rp.65.000 hingga Rp.70.000 per 5 kilogram (kg) membuat warga mengeluhkan biaya pengeluaran yang melambung tinggi.
Baca juga: Lampung Inisiatif Perkuat Kemitraan Petani dan Industri Tapioka Hadapi Tekanan Harga Global
Untuk mendukung program, Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto dalam percepatan distribusi beras subsidi SPHP dan menstabilkan harga untuk warga masyarakat mendapat pangan yang layak. Dewan Kota (Dekot) Jakarta Pusat (Jakpus) perwakilan Kecamatan Menteng Leonard Alamsjah bergerak cepat menggandeng Polda Metro Jaya melalui KBB Polri, Polsek Menteng, Lurah Pegangsaan, dan pengelola RPTRA Amir Hamzah membuka titik pangan murah yang mudah dijangkau di warga Pegangsaan yakni di RPTRA Amir Hamzah.

Baca juga: Pengabdian Masyarakat, Dosen FIK Unnes Kenalkan Olahraga Pickleball di Kabupaten Demak
Dekot Kecamatan Menteng Leonard Alamsjah mengatakan, upaya langkah ini menjadi bagian penting karena banyak warga yang kesulitan menjangkau titik penjualan subsidi di pasar-pasar. Melalui kegiatan ini, beras SPHP 5 KG resmi dilepas dengan harga subsidi langsung di lingkungan warga, tanpa jarak, tanpa antrean panjang, dan tanpa prosedur yang berbelit-belit. "Warga cukup merogoh kocek kantong Rp.55.000 ribu sudah mendapat beras premium 5 kg," ucap Leonard di RPTRA Amir Hamzah, Jalan Taman Matraman Timur, Pegangsaan, Menteng, Jakpus, Jumat (10/10/2025) kemarin.
Dengan gerakan pangan murah ini, lanjut Leonard tugas Dekot bukan hanya menyampaikan laporan saja, tapi memastikan program Pemerintah benar-benar dirasakan. Kami memilih RW padat di Pegangsaan karena di sini denyut ekonomi rakyat terasa paling nyata. "Warga tidak boleh hanya jadi penonton, mereka harus jadi penerima manfaat langsung,” tambah Leonard.
Baca juga: Bupati Kendal Launching Ruang Layanan Perencanaan Terpadu Perkasa
Leonard berharap dengan kegiatan pangan murah ini dapat menjadi ruang gotong royong antara aparat, Pemerintah kelurahan, dan perwakilan warga. Kehadiran Polri dan unsur wilayah menjadi bukti bahwa stabilisasi harga bukan sekadar agenda pusat, tetapi gerakan nyata hingga ke tingkat RW.
Baca juga: Kementerian Kebudayaan Tetapkan 12 Warisan Budaya Takbenda Lampung
"Saya berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti di satu titik saja, tetapi menjadi pola kerja kolaboratif berkelanjutan, terutama di wilayah padat penduduk seperti RW di bawah Kelurahan Pegangsaan, yang selama ini menjadi barometer dinamika sosial Jakpus," imbuhnya. (*/is) ***
