Helo Indonesia

Indonesia Satu-satunya Negara di Dunia Rebut Kemerdekaan Usir Penjajah, Malaysia, India, Brunei dll Hasil Hadiah

M. Haikal - Nasional
Minggu, 30 Juli 2023 00:14
    Bagikan  
Bung Karno dan Broz Tito,
Foto: tangkapan layar video YouTube

Bung Karno dan Broz Tito, - Pertemuan Presiden Indonesia Pertama Soekarno dengan Presiden Yugoslavia Josef Broz Tito.

HELOINDONESIA.COM - Anda perlu mengetahui bahwa satu-satunya negara di dunia yang merdeka karena mengusir penjajah hanya Bangsa Indonesia.

Bagaimana dengan negara yang lain?

Menkopolhukam Mahfud MD dalam sebuah video TikTok yang diunggah akun swantoro21 menyebutkan beberapa negara merdeka karena dapat hadiah dari penjajah.

"India itu merdeka karena diberi hadiah oleh Inggris, Malaysia  merdeka diberi hadiah oleh Inggris," terang Mahfud MD.

Amerika Serikat, lanjut Mahfud MD,  merdeka setelah mengusir penduduk asli, Australia mengusir penduduk asli, Indonesia tidak.

Baca juga: Ketika Mahfud MD Main Drama Ketoprak Bersama Ayu Azhari, Katanya: Majapahit Harus Dijaga

"Indonesia mengusir penjajahnya. Hanya Indonesia," ujar Mahfud MD.

Menurut Mahfud MD, banyak yang beranggapan bahwa negara lain juga ada yang mengusir penjajahnya.

"Vietnam, mau diinvasi mengusir penjajah. Begitu juga dengan Aljazair. Kedua negara itu  sudah menjadi negara, penjajahnya diusir," tambah Mahfud MD.

Bedanya, sambung Mahfud MD, Indonesia dari belum ada, sudah bersatu untuk mengusir penjajah.

Baca juga: Ralat Penetapan Tersangka, SETARA : Marwah KPK Runtuh, Rusak Rasa Keadilan Publik

"Bahkan dulu, Indonesia itu mau diberi kemerdekaan dengan hadiah. Bung Karno, Bung Hatta, Rajiman itu sudah dipanggil. Oke, pemerintah Jepang mau memberikan kemerdekaan tanggal 24 Agustus," paparnya.

Saat itu, Soekarno, Hatta dan Rajiman setuju dan pulang ke Indonesia. Begitu sampai Indonesia dicegat sama anak-anak muda.

"Bung, harus merdeka sekarang!" kata anak-anak muda itu.

"Nggak bisa!" tegas Bung Karno.

"Saya sudah berjanji akan mengambil kemerdekaan dari Tokyo tanggal 24 Agustus 1945," jelas Bung Karno lagi.

Baca juga: Warga Gegerkalong Bandung Dihebohkan Ritual Ibadah Sambil Headbanging Death Metal, Faktanya Lagi Diselidiki

Bung Hatta pun mengiyakan jawaban Bung Karno. 

Tapi anak-anak muda itu bersikeras harus segera merdeka. Mereka pun memberikan argumentasinya kepada kedua proklamator itu.

"Bung, kalau tidak merdeka sekarang, Indonesia tidak akan pernah merdeka," tegas para pemuda itu. 

Kenapa? Karena menurut konvensi Wina, PBB waktu itu, suatu negara yang penjajahnya kalah perang, harus mengembalikan wilayah jajahannya ke penjajah sebelumnya.

Baca juga: Dibuang Sayang, Berikut 15 Manfaat Kesehatan Biji Pepaya yang Mungkin Belum Anda Ketahui Sepenuhnya

"Itu Konvensi Wina. Itu sebabnya di tahun 1946, penjajah Belanda kembali masuk ke sini," tambah Mahfud MD.

Lanjut Mahfud, Belanda nyerang masuk kembali untuk menjajah Indonesia itu atas izin PBB.

"Kata PBB ambil itu Indonesia," terangnya.

Tapi, kata Mahfud, Syahrir dan kawan-kawan anak muda itu mengancam Bung Karno akan menculik.

Baca juga: Anies Tak Kunjung Umumkan Cawapres, Nasib Koalisi Perubahan Potensial Ambyar

"Diculik. Diculik bener. Dibawa ke Rengasdengklok. Di situlah 16 Agustus 1945, Bung Karno dan Bung Hatta mengucapkan proklamasi kemerdekaan, menaikkan bendera merah putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya," papar Mahfud MD.

Kok 16 Agustus?

"Ntar dulu, itu kan 16 Agustus. Itu kan gembira dulu," papar Mahfud MD.

Bung Karno pun pulang sorenya. Karena diculik dan dipaksa, dia terpaksa mengucapkan kemerdekaan.

"Tapi, kata Bung Karno,  kemerdekaan yang saya ucapkan tadi sudah sah. Karena tidak ada yang dengarkan. Cuma 7  anak-anak ini. Cuma anak-anak ini revolusioner," ujar Mahfud MD menirukan ucapan Bung Karno.

Setelah itu, sambung Mahfud MD, Bung Karno bertekad untuk kembali mengulang ucapan merdeka.

Baca juga: Dibandrol dengan Harga 2 Jutaan, Berikut Spesifikasi Oppo A58 NFC yang Akan Dirilis Agustus Mendatang

"Tidak perlu menunggu 24 Agustus, besok pagi kita akan mengulangi proklamasi kemerdekaan," paparnya. 

Itulah, lanjut Mahfud, Bung Karno kembali mencurigakan Proklamasi Kemerdekaan pada keesokan harinya pada 17 Agustus 1945.

"Jadi kita merdeka sendiri. Bukan seperti kamu Malaysia nih merdeka, kamu Brunai nih merdeka. Kita merdeka sendiri mengusir penjajah," ucapnya.

Ketika sesudah proklamasi penjajah kembali datang, dilawan. "Kita bersatu mengusir penjajah. Jadilah Indonesia merdeka," tandasnya.