HELOINDONESIA.COM - Sosiolog Musni Umar mengatakan, upaya hukum PK atau Peninjauan Kembali atau PK kasus Partai Demokrat oleh Moeldoko akan bisa menghadirkan permusuhan abadi antara SBY dengan Jokowi, dalam hal ini Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono denan Presiden Joko Widodo.
Menurutnya, PK yang diajukan Moeldoko dkk ke Hamkamah Agung )MA) tentang Partai Demokrat bagaikan membuka kotak pandora. “Nampak kecil tapi dampak negatifnya luas dan bisa hadirkan keributan & permusuhan abadi antara SBY dgn Jokowi,” ujar Musni Umar dalam unggahan di Twitter.
Untuk diketahui, bellum lama ini Partai Demokrat kubu Moeldoko mengajukan upaya hukum terakhir, yakni PK ke MA, setelah 16 kali upaya hukum sebelumnya selalu kalah.
Kubu Partai Demokrat kubu AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) menilai, upaya hukum dengan PK oleh kubu Moeldoko itu untuk membegal kepengurusan Partai Demokrat yang sah.
Kalangan pengamat seperti Denny Indrayana menilai, di belakang Moeldoko dukungan Jokowi. Sebab, kalau tak ada dukungan, mestinya Jokowi tidak mendiamkan Moeldoko dalam kasus tersebut.
Bahkan, sosiokog Musni Umar selanjutnya mengatakan hal senada itu. “Publik patut menduga Jokowi menggunakan tangan Moeldoko utk ambil alih PD. Juga diduga, hukum dijadikan alat persekusi. Ini tdk baik bagi bgs, bagi SBY & Jokowi,” tuturnya lagi.
Musni Umar berharap, sejatinya semua pihak bersatu, saling menghormati dan melindungi yang sedang berkuasa maupun yang sudah mengakhiri masa baktinya.
Atas pernyataan Musni Umar tersebut banyak tanggapan dari netizen di kolom komentar.
“Mulutmu sepertinya perlu disekolahkan Mus, biar nyongormu ga berbuih prasangka melulu. Coba kau pikirkan, boleh tidak seorang Presiden campur tangan urusan internal Partai? Boleh tidak Presiden mengintervensi kewenangan lembaga Yudikatif (MA)?” tulis netizen @HensuAja.
Baca juga: Pemerintah Telah Zalim, Uang Purnabakti Ketua dan Anggota KPU Kota Sukabumi Belum Dibayar
“Setuju pak. Rakyat akan sangat marah klo itu terjadi. Bisa terjadi revolusi karna anies akan batal nyapres semetara rakyat ingin ada perubahan. Silahkan klo MA mau cari masalah. Sejatinya negri ini milik rakyat bukan milik jokowi dkk,” tulis netizen @abu_haniffah.
“Tdk perlu bernarasi seolah2 Mukidi itu adalah kreator manuver politik saat ini. Jelas dia hanya boneka, plonga plongo adalah kualitas sesungguhnya. Para dalang dibelakangnya lah yg mendisain manuver2 kotor itu. Para dalang dgn Dana besar, punya kepentinganmenguasai negri ini,” tulis @Anceto99.
“Dari tweet ini saya mengambil kesimpulan, buzzerRp itu sangat2 terstruktur, menyerang setiap org berlawanan politik dngan punguasa, dan den bokep, bahkan menjadi alat pembungkam, buzzerRp bodoh tolol, @musniumar pak sebaik ny blokir saja pak,” tulis Andre @daduk01.
“Cocotmu mus. udah tua lo anda ini tapi suudzonnya luar biasa seperti orang tidak beriman? astaghfirullah... apa gunanya dulu anda posting2 foto lagi dimasjid nunggu sholat berjamaah?? segeralah tobat mus sebelum izroil mencabut nyawamu,” tulis @Jirolup4t.
“Prof... apa yang Prof sampaikan ini persis dgn obrolan kami di angkringan pagi minggu kemarin, prediksi jokowi main 2 kaki sangat vulgar hehehe... 3 partai di kubu Mas Anies selalu disudutkan, dijadikan target, dibuat cipta kondisi agar gerakan perubahan batal ajukan capresnya,” tulis Mas Teguh Bantul @teguhsd.
“Ada sesuatu yang dimainkan oleh jokowi. dan kami para kader partai tau apa skenario yg sedang dimainkan. maka itu kami solid, satu hati melawan Rezim yg menodai NKRI . yg dimainkan jokowi ibarat bom waktu yg sebentar lagi meledak kawan. Salam waras,” tulis @DpcTimor.
“Iya, ini sebenarnya masalah serius, sbg seorang yg bukan berlatarbelakang berasal dari partai Demokrat, mengajukan PK ke MA padahal sdh banyak kali kalah di pengadilan, dampak yg bisa terjadi; partai tidak bisa mengajukan capres krn masih ada 2 kubu,” tulis @UsmanAbdS2.
(Winoto Anung)