HELOINDONESIA.COM - Momentum Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember menjadi momen refleksi bagi perempuan Indonesia, termasuk Capt Laut Suprihati SM.M.Mar, sosok perempuan inspiratif di dunia kemaritiman nasional.
Capt Laut Suprihati merupakan putri daerah yang berasal dari keluarga sederhana di Desa Pulo Mangin, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Alumni Universitas Maritim Semarang ini saat ini berkarier sebagai perwira laut di perusahaan BUMN PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT Pelni.
Dalam peringatan Hari Ibu 2025 yang mengangkat tema “Ibu yang Tangguh”, Capt Laut Suprihati memaknai ketangguhan perempuan, khususnya ibu, sebagai kemampuan menjaga keseimbangan di tengah tuntutan zaman modern.
Baca juga: Peringati Hari Ibu ke-97, TP Sriwijaya Lampung Tegaskan Peran Perempuan Menuju Indonesia Emas 2045
Menurutnya, menjadi ibu yang tangguh tidak hanya berkaitan dengan kekuatan fisik, tetapi juga kekuatan mental dan karakter. “Ketangguhan itu tentang keseimbangan,” ujarnya, Selasa (23/12/25).
Ia menjelaskan, peran pertama adalah kemampuan menjalankan tanggung jawab profesional yang tinggi, seperti menjadi kapten kapal, tanpa mengesampingkan peran sentral dalam keluarga. Peran kedua adalah ketahanan mental dalam menghadapi tantangan, terutama di lingkungan kerja yang masih didominasi laki-laki, dengan tetap menjunjung profesionalisme dan integritas. Sementara itu, peran ketiga adalah pendidikan karakter, karena ibu merupakan sekolah pertama bagi anak-anaknya.
“Ketangguhan seorang ibu akan tercermin pada kemandirian dan karakter generasi masa depan,” tambahnya.
Dalam pesannya kepada perempuan Indonesia, Capt Laut Suprihati mendorong para ibu dan calon ibu agar tidak takut bermimpi. Menurutnya, profesi apa pun dapat dijalani oleh perempuan selama memiliki tekad dan kompetensi.
Baca juga: Gubernur Jateng Minta Pengelola Wisata Pastikan Kesiapan Mitigasi Bencana Selama Libur Nataru
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental melalui self-care. “Menjadi tangguh bukan berarti tidak boleh lelah. Mengambil waktu untuk diri sendiri adalah bagian dari menjaga keseimbangan agar tetap bisa memberikan yang terbaik bagi keluarga,” tuturnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi di era digital. Pada tahun 2025, ketangguhan seorang ibu juga berarti mampu mengikuti perubahan zaman agar dapat membimbing anak-anak secara bijak.
“Seorang ibu yang tangguh adalah fondasi bagi bangsa yang kuat. Dari tangan mereka, lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki empati sekaligus keberanian,” pungkasnya.