Jateng Jadi Lumbung Susu Nasional, Peternakan Rp 1,2 T Mulai Dibangun di Brebes

Senin, 20 Juli 2026 15:36
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat mendampingi Mentan Andi Amran Sulaiman meresmikan peternakan sapi perah terbesar nasional di Brebes.

BREBES, HELOINDONESIA.COM - Jawa Tengah mengukuhkan langkah besarnya untuk menjadi benteng utama ketahanan pangan nasional.

Langkah ini ditandai dengan dimulainya pembangunan peternakan sapi perah terintegrasi terbesar di Indonesia--bahkan diklaim terbesar di Asia Tenggara--yang berlokasi di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes.

Tidak tanggung-tanggung, megaproyek bernilai investasi Rp 1,2 triliun milik PT Global Dairi Bersama (bagian dari Saviora Group) ini berdiri di atas lahan seluas 710 hektare. Kawasan terpadu ini nantinya akan menampung hingga 30.000 ekor sapi perah dan diproyeksikan mampu menyuplai 180.000 ton susu segar per tahun.

Baca juga: Berdayakan Ibu PKK Gondoriyo, Mahasiswa KKN USM Dorong Lahirnya UMKM Kuliner Rumahan

Pelaksanaan groundbreaking (peletakan batu pertama) dilakukan secara meriah pada Senin 20 Juli 2026. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, serta CEO Saviora Group Ihsan Mulia Putri.

Berdiri di atas lahan seluas 710 hektare, kawasan tersebut tidak hanya menjadi lokasi peternakan sapi perah, tetapi juga dilengkapi fasilitas pengolahan susu, pengolahan limbah menjadi biogas dan pupuk organik, serta sentra produksi pakan ternak.

Konsep ini menjadikannya sebagai kawasan peternakan terintegrasi terbesar di Indonesia, bahkan diklaim menjadi yang terbesar di ASEAN.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, investasi tersebut akan memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu sentra produksi susu nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari daerah lain.

“Ini merupakan peternakan dan pabrik susu terbesar di Indonesia dan di Asia Tenggara. Jawa Tengah akan semakin kuat menuju swasembada susu, apalagi mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pertanian,” ujarnya.

Saat ini populasi sapi perah di Jawa Tengah mencapai sekitar 77.566 ekor dengan produksi susu sekitar 78.465 ton per tahun. Sementara kebutuhan susu masyarakat mencapai sekitar 94.730 ton per tahun sehingga masih harus dipenuhi dari provinsi lain.

Baca juga: Spanyol Taklukkan Argentina, Akhiri Era Sang Juara Bertahan Sepak Bola di Jutaan Mata Dunia 

Menurut Luthfi, kehadiran peternakan baru tersebut akan mengubah kondisi itu secara signifikan.

“Selama ini kita masih kekurangan sekitar 22 ribu ton susu per tahun. Ketika investasi ini beroperasi, kebutuhan Jawa Tengah bukan hanya terpenuhi, tetapi berpotensi surplus,” katanya.

Selain memperkuat ketahanan pangan, proyek tersebut dinilai menjadi bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap Jawa Tengah.
Iklim Kondusif
Luthfi menyebut iklim investasi yang kondusif, kemudahan perizinan, serta ketersediaan tenaga kerja kompetitif menjadi daya tarik utama bagi investor.

“Jawa Tengah kini menjadi pusat investasi, baik industri padat karya maupun padat modal. Proyek ini bukan hanya menghadirkan investasi besar, tetapi juga memberdayakan masyarakat sekitar,” katanya.

CEO Saviora Group, Ihsan Mulia Putri, mengatakan, Brebes dipilih karena memiliki potensi agraris yang kuat, didukung sumber daya manusia yang baik serta komitmen pemerintah daerah dalam mendorong investasi.

Menurutnya, peternakan dengan kapasitas 30.000 ekor sapi perah akan menghasilkan sekitar 180.000 ton susu segar setiap tahun. Produksi sebesar itu diperkirakan akan mengangkat Jawa Tengah menjadi produsen susu terbesar kedua di Indonesia.

Baca juga: Perkuat Tri Dharma, PWK USM Gandeng 5 Perusahaan Konsultan Perencana di Jateng

Dijelaskan dia, perusahaan juga akan membangun kemitraan dengan masyarakat melalui tiga skema, yakni pengembangan sapi pedaging, pengelolaan sapi perah oleh peternak rakyat, serta kemitraan penyediaan hijauan dan pakan ternak.

“Kami ingin membangun ekosistem industri susu yang mandiri, kompetitif, sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif di pedesaan,” ujarnya.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan, pembangunan peternakan tersebut menjadi bagian penting dari strategi nasional mengurangi ketergantungan impor susu.

Berdasarkan proyeksi Kementerian Pertanian, kebutuhan susu nasional pada 2026 mencapai sekitar 8,32 juta ton. Namun produksi dalam negeri baru sekitar 2,9 juta ton atau hanya mampu memenuhi sekitar 35 persen kebutuhan nasional.

“Saat ini impor susu masih sekitar 82 persen. Arahan Presiden Prabowo Subianto jelas, selama peternak dalam negeri mampu memproduksi, kebutuhan itu harus dipenuhi dari produksi nasional,” kata Amran.

Ia berharap Jawa Tengah mampu menjadi salah satu lumbung susu nasional dengan kontribusi sekitar 20 persen terhadap kebutuhan nasional. Menurutnya, target tersebut dapat dicapai melalui kolaborasi antara pemerintah, koperasi, peternak, dan sektor swasta.

“Kita harus bergerak bersama. Tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah akan merumuskan kebijakan yang semakin berpihak kepada peternak agar swasembada susu segera terwujud,” tambahnya. (Aji)

Berita Terkini