Saat Tugu Adipura Jadi Lautan Persaudaraan, Mirza-Eva Nobar Final Piala Dunia. 

Senin, 20 Juli 2026 07:55
Keakraban Gubernur Mirza dan Wali Kota Eva nobar di Tugu Adipura HELO LAMPUNG

Catatan Hajim
Wartawan Kompeten Dewan Pers

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM – Dini hari biasanya identik dengan lengangnya jalanan Kota Bandarlampung. Namun, Senin (20/7/2026), suasana itu berubah total. Sejak beberapa jam sebelum laga dimulai, ribuan warga telah berdatangan menuju Tugu Adipura. Ada yang mengenakan jersey tim favorit, membawa bendera, datang bersama keluarga, sahabat, hingga komunitas sepak bola.

Tugu Adipura yang selama ini menjadi simbol Kota Bandarlampung seketika menjelma menjadi panggung persaudaraan. Gemuruh tepuk tangan, nyanyian, teriakan, dan gelak tawa bersatu mengiringi setiap detik pertandingan Final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Argentina.

Baca juga: Spanyol Taklukkan Argentina, Akhiri Era Sang Juara Bertahan Sepak Bola di Jutaan Mata Dunia 

Tak ada sekat di antara mereka. Pejabat, pedagang, pelajar, mahasiswa, pekerja, pengemudi ojek online hingga masyarakat umum duduk berdampingan menikmati pertandingan yang disaksikan miliaran pasang mata di seluruh dunia. Malam itu, sepak bola kembali membuktikan dirinya sebagai bahasa universal yang mampu menyatukan siapa saja.

Di tengah lautan manusia tersebut, Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana dan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal (Mirza) hadir membaur bersama masyarakat. Bukan sekadar menghadiri acara seremonial, tetapi ikut menikmati denyut kegembiraan warga yang larut dalam pesta sepak bola dunia.

"Alhamdulillah, malam ini kita membuktikan bahwa masyarakat Bandar Lampung mampu menikmati pesta olahraga dunia dengan tertib, damai, dan penuh kebersamaan. Inilah semangat yang harus terus kita jaga," ujar Eva Dwiana.

Lautan manusia nobar Pada Dunia di Tugu Adipura Gubernur Mirza dan Wali Kota Eva

Menurut Eva, nonton bareng bukan sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam satu semangat persaudaraan.

Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga kekompakan, menghormati perbedaan pilihan tim, menjaga kebersihan kawasan Tugu Adipura, serta bersama-sama menciptakan suasana yang aman dan nyaman hingga pertandingan usai.

Kehangatan malam itu juga dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan. Kehadiran Pemerintah Provinsi bersama Pemerintah Kota menjadi simbol kuat sinergi membangun ruang publik yang sehat, inklusif, dan membahagiakan masyarakat.

Marindo mengatakan sepak bola mempunyai kekuatan yang tidak dimiliki banyak cabang olahraga lain.
"Sepak bola mampu menyatukan semua orang. Tidak ada perbedaan suku, agama, profesi ataupun pilihan politik. Semua larut dalam satu semangat, yaitu kebersamaan," katanya.

Laga yang berlangsung sengit hingga babak perpanjangan waktu membuat suasana Tugu Adipura berkali-kali bergemuruh. Setiap peluang yang tercipta disambut teriakan ribuan penonton. Ketika Ferran Torres akhirnya mencetak gol kemenangan Spanyol pada menit ke-106, sorak kegembiraan pecah memenuhi kawasan pusat kota.

Bendera berkibar, tepuk tangan menggema, pelukan antarsahabat dan keluarga terlihat di berbagai sudut Tugu Adipura. Meski sebagian mendukung Argentina, suasana tetap berlangsung damai. Tidak ada keributan. Yang tersisa hanyalah kegembiraan menikmati pertandingan berkualitas dan kebanggaan bisa merayakan pesta sepak bola dunia bersama.

Kegiatan nonton bareng yang digelar Pemerintah Kota Bandarlampung itu pun menjadi bukti bahwa ruang publik dapat menjadi tempat lahirnya kebersamaan. Ribuan orang datang dengan warna jersey yang berbeda, tetapi pulang membawa semangat yang sama: menjaga persatuan, memperkuat silaturahmi, dan menjadikan olahraga sebagai jembatan yang menyatukan masyarakat.

Di bawah cahaya lampu Tugu Adipura yang tetap menyala hingga fajar, kemenangan Spanyol memang menutup perjalanan Piala Dunia 2026. Namun bagi Bandarlampung, kemenangan sesungguhnya adalah ketika ribuan warganya mampu menunjukkan wajah kota yang damai, tertib, penuh toleransi, dan kompak merayakan pesta olahraga terbesar di muka bumi. ***

Berita Terkini